BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 14:42 WIB

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan, Serukan Sikap Bijaksana di Tengah Perbedaan

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan, Serukan Sikap Bijaksana di Tengah PerbedaanMuhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan, Serukan Sikap Bijaksana di Tengah Perbedaan

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah memutuskan bahwa awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat untuk menghindari saling menyalahkan terkait perbedaan penentuan awal bulan suci.

Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Selasa (17/2), Haedar menggarisbawahi pentingnya sikap bijaksana dan ketakwaan dalam menyikapi perbedaan yang ada. Dia menyatakan bahwa puasa seharusnya menjadi momen untuk meningkatkan kualitas diri, bukan sumber konflik.

Menghadapi Perbedaan dengan Kebijaksanaan

Haedar Nashir menekankan bahwa perbedaan dalam penentuan awal Ramadan harus dilihat sebagai ruang untuk berijtihad. Dia mengingatkan bahwa saling menyalahkan hanya akan memperburuk keadaan dan tidak membawa kedamaian.

Lebih jauh, dia berharap umat Islam dapat menjalani puasa dengan hati yang tenang. Bagi Haedar, puasa bukan semata-mata menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan dan kualitas diri secara spiritual.

Sikap bijak dalam menghadapi keragaman sangat penting, terutama saat memasuki bulan suci yang penuh berkah ini.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni setelah Penjarahan

Penetapan Awal Ramadan oleh Muhammadiyah

Penetapan awal Ramadan dilakukan oleh Muhammadiyah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang ditentukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 menjelaskan bahwa 1 Ramadan akan jatuh pada 18 Februari 2026.

Umat Muslim yang tergabung dalam Muhammadiyah akan memulai ibadah puasa pada tanggal tersebut, sementara Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 H direncanakan pada Jumat, 20 Maret 2026.

Maklumat ini memberikan pedoman kepada umat tentang pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan dan diharapkan dapat mendorong persatuan.

Sidang Isbat Pemerintah untuk Awal Ramadan

Pemerintah juga akan melakukan sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah. Sidang ini dijadwalkan berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/2/2026).

Sidang isbat bertujuan untuk memperkuat kesatuan dalam menentukan hari-hari besar Islam. Hasil dari sidang ini akan diumumkan melalui konferensi pers yang berlangsung pada pukul 19.05 WIB.

Kementerian Agama juga berkomitmen untuk menyiarkan sidang isbat secara langsung melalui kanal YouTube Bimas Islam TV dan Kemenag untuk memudahkan akses informasi bagi masyarakat.

Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan, Serukan Sikap Bijaksana di Tengah Perbedaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!