BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 16:47 WIB

Paus Biru Kerdil Menyusuri Jalur Migrasi 2.000 Kilometer di Indonesia

Paus Biru Kerdil Menyusuri Jalur Migrasi 2.000 Kilometer di IndonesiaPaus Biru Kerdil Menyusuri Jalur Migrasi 2.000 Kilometer di Indonesia

Tim peneliti telah berhasil mengungkap fakta menarik tentang paus biru kerdil yang menjelajahi area seluas 2.000 kilometer dalam sembilan hari di Indonesia.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental: Pentingnya Perhatian untuk Generasi Muda

Penelitian ini memberikan wawasan berharga yang menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap satwa migrasi berbasis data.

Metodologi Riset dan Pemasangan Tag Satelit

Riset bertajuk Ekspedisi Spesies Laut Bermigrasi 2025 di Bentang Laut Sunda Kecil berhasil membekali paus biru kerdil dengan tag satelit berbasis drone di Laut Sawu. Penandaan dilakukan pada 13 Oktober 2025, dengan data terakhir diterima pada 22 Oktober 2025.

Meskipun hanya satu dari empat tag yang direncanakan berhasil terpasang, para peneliti percaya metode ini efektif dan less-invasif. "Meski hanya satu dari empat tag satelit yang direncanakan berhasil terpasang, tetapi ini dapat membuktikan bahwa pemasangan tag satelit berbasis drone yang lebih less-invasif bisa dilakukan," ungkap Iqbal Herwata, Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia.

Dari hasil pemantauan, paus biru kerdil menempuh perjalanan lebih dari 2.000 kilometer dalam sembilan hari. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis data untuk perlindungan satwa migrasi.

Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat dalam Perawatan Kulit

Dinamika Habitat dan Perilaku Paus

Bentang Laut Sunda Kecil merupakan jalur migrasi penting bagi berbagai spesies laut, termasuk paus, lumba-lumba, dan hiu paus. Dinamika arus dan topografi bawah laut menciptakan wilayah produktif bagi spesies-sepesies ini.

"Namun ada tantangan terbesar dalam riset ini, yaitu presisi dan waktu," jelas Edy Setyawan, peneliti dari Elasmobranch Institute Indonesia. Pemasangan tag membutuhkan kecepatan tinggi untuk meminimalkan gangguan pada paus.

Selama ekspedisi, peneliti mencatat variasi perilaku paus biru kerdil di berbagai lokasi. Di tenggara Pulau Wetar, paus terlihat beristirahat di permukaan, sedangkan di Laut Sawu, mereka cenderung terus bergerak.

Implikasi bagi Kebijakan Pengelolaan Satwa

Data tentang pergerakan paus memiliki implikasi signifikan bagi kebijakan pengelolaan sumber daya laut di Indonesia. Jalur migrasi yang teridentifikasi dapat dibandingkan dengan jalur pelayaran dan area penangkapan ikan untuk menghindari potensi tumpang tindih yang membahayakan paus.

Rusydi, perwakilan peneliti dari Universitas Muhammadiyah Kupang, menegaskan pentingnya perlindungan terhadap wilayah dengan tingkat sighting tinggi. "Data ini membantu penyusunan kebijakan wisata pengamatan paus agar tetap berkelanjutan dan tidak mengganggu satwa," kata Rusydi.

Iqbal menambahkan informasi dari riset ini sangat berharga untuk menetapkan area penting bagi paus biru kerdil serta mendukung pengembangan ekonomi biru yang lebih terarah.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Paus Biru Kerdil Menyusuri Jalur Migrasi 2.000 Kilometer di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!