Meningkatnya Risiko Penyakit Tidak Menular di Kalangan Generasi Muda
Penyakit tidak menular (PTM) kini menjadi perhatian serius, tidak hanya di kalangan orang tua tetapi juga pada generasi muda, termasuk remaja. Tren menunjukkan bahwa penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi semakin sering muncul pada usia produktif, menantang visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Perubahan gaya hidup yang drastis dalam satu dekade terakhir menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka PTM. Dari pola hidup yang cenderung sedentari hingga konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, situasi ini semakin memprihatinkan.
Dalam satu dekade terakhir, perubahan gaya hidup telah menjadi pemicu utama meningkatnya kasus PTM di kalangan muda. Pola hidup sedentari, di mana aktivitas fisik berkurang karena ketergantungan pada gadget, berpadu dengan konsumsi makanan olahan yang tinggi gula, garam, dan lemak.
Tren minuman manis seperti boba dan kopi susu kian populer, namun membawa risiko kesehatan yang signifikan. Selain itu, penggunaan rokok elektrik (vape) yang meningkat juga memengaruhi kondisi kesehatan, dengan prevalensi mencapai 8 persen pada tahun 2023.
Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial
Data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan laporan Global Burden of Disease 2025 menunjukkan kondisi kesehatan generasi muda semakin memburuk. Sekitar 11,9 persen pelajar usia 5–12 tahun menghadapi obesitas, sedangkan 6,7 persen pelajar usia 13–17 tahun memiliki tekanan darah tinggi.
Peningkatan prevalensi diabetes melitus menjadi sorotan, dengan angka mencapai 8,6 persen. PTM berkontribusi terhadap 74 persen kematian global setiap tahunnya, mengindikasikan perlunya penanganan yang lebih serius.
Banyak anak muda merasa tidak terpengaruh oleh PTM karena merasa sehat, padahal tubuh sering memberikan sinyal yang sering diabaikan. Gejala seperti kelelahan kronis, rasa haus berlebihan, sakit kepala, dan penurunan penglihatan mendadak patut diperhatikan.
Untuk mencegah PTM, pemerintah Indonesia telah meluncurkan program skrining kesehatan gratis bagi 53 juta pelajar sejak Juli 2025. Kesadaran individu sangat penting, di mana menerapkan prinsip CERDIK dapat membantu mitigasi risiko melalui cek kesehatan berkala, menghindari asap rokok, serta menjaga pola makan seimbang dan aktivitas fisik.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: