BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 14:32 WIB

Puasa Ramadan dan Dampaknya terhadap Kesehatan Jantung

Puasa Ramadan dan Dampaknya terhadap Kesehatan JantungPuasa Ramadan dan Dampaknya terhadap Kesehatan Jantung

Puasa Ramadan tidak hanya memiliki dimensi spiritual tetapi juga membawa manfaat penting bagi kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular. Banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memperbaiki kadar insulin serta meningkatkan hormon pertumbuhan manusia.

Baca juga: Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Perawatan Keguguran

Sebuah studi yang diterbitkan di Journal of the American Heart Association pada tahun 2021 mengindikasikan hubungan positif antara puasa Ramadan dan penurunan tekanan darah. Temuan-temuan ini semakin memperjelas manfaat puasa bagi kesehatan jantung.

Efek Puasa terhadap Tekanan Darah

Sebuah studi besar yang dikenal sebagai London Ramadan Study (LORANS) melibatkan 3.213 partisipan, baik yang sehat maupun pengidap hipertensi dan diabetes. Hasilnya menunjukkan bahwa puasa Ramadan berkaitan langsung dengan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik.

Penurunan tekanan darah ini mengindikasikan bahwa puasa Ramadan relatif aman bagi kesehatan kardiovaskular. Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini tidak menunjukkan dampak yang sama pada pasien dengan penyakit ginjal kronis.

"Studi ini menunjukkan puasa Ramadan memberikan efek menguntungkan terhadap tekanan darah, terlepas dari perubahan berat badan, total cairan tubuh, maupun massa lemak," tulis laporan penelitian tersebut.

Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters: Dari Kontroversi hingga Popularitas Global

Keselamatan Puasa bagi Pasien Jantung

Menurut Dr. Babar Basir dari Henry Ford Health di Detroit, puasa dapat dianggap aman bagi pasien jantung, asalkan mereka melakukan konsultasi medis sebelum memulai. Ini penting terutama bagi mereka yang sedang dalam pengobatan aktif.

"Secara historis, sudah terbukti berulang kali bahwa puasa sebenarnya sangat aman bagi kebanyakan orang," ungkap Dr. Babar. Ia menekankan perlunya pendekatan yang diperhitungkan saat berpuasa.

Meskipun manfaat puasa secara umum cukup banyak, setiap individu perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing untuk melaksanakan puasa dengan aman.

Panduan Nutrisi saat Ramadan

Ahli gizi Dr. Manal Elfakhani dari Penn State University menekankan pentingnya sahur sebagai waktu yang krusial untuk asupan energi sebelum menjalani puasa. Ia merekomendasikan agar makanan saat sahur mencakup biji-bijian utuh, buah atau sayuran, serta sumber protein.

"Sahur adalah kesempatan terakhir untuk memberi asupan energi bagi tubuh sepanjang hari," ucap Dr. Elfakhani. Ia juga mengingatkan pentingnya kecukupan air putih.

Saat berbuka puasa, sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Beberapa ahli gizi memperingatkan agar menghindari makanan berat yang terlalu digoreng agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Puasa Ramadan dan Dampaknya terhadap Kesehatan Jantung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!