Penangkapan El Mencho: Strategi Sukses atau Awal Kekacauan Baru?
Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai 'El Mencho', bos kartel narkoba CJNG, tewas dalam baku tembak dengan militer Meksiko di Jalisco baru-baru ini.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik
Operasi ini berhasil dilakukan berkat pengawasan terhadap pacar El Mencho yang akhirnya membawa aparat ke lokasi persembunyiannya di Kota Tapalpa.
Pada Minggu, 22 Februari, militer Meksiko terlibat baku tembak dengan anggota CJNG setelah berhasil melacak lokasi El Mencho. Jenderal Ricardo Trevilla, Menteri Pertahanan Meksiko, mengungkapkan bahwa intelijen telah mengidentifikasi keberadaannya berkat pengawasan terhadap seorang rekan tepercaya pacarnya.
Berkat kerjasama dengan intelijen Amerika Serikat, lokasi El Mencho dapat dipastikan. Selama insiden tersebut, delapan pria bersenjata dilaporkan tewas, sementara El Mencho serta dua pengawalnya terpaksa meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
Kekacauan yang ditimbulkan oleh operasi penangkapan ini menyebabkan lebih dari 70 orang tewas, termasuk anggota kartel dan aparat keamanan di Jalisco, menunjukkan betapa meningkatnya kekerasan di wilayah tersebut.
Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Setelah kematian El Mencho, CJNG berupaya untuk melakukan serangan balasan terhadap aparat keamanan. Seorang tangan kanan El Mencho yang dikenal dengan julukan 'El Tuli' menyerukan para anggota untuk melancarkan serangan, menawarkan hadiah 20.000 peso untuk setiap tentara yang dibunuh.
Serangan balasan ini mengakibatkan semakin meluasnya kekerasan, termasuk 25 anggota Garda Nasional dan sejumlah warga sipil menjadi korban di Jalisco. Serangan juga dilaporkan terjadi di Michoacán, dengan korban di pihak keamanan.
Menteri Keamanan Meksiko, Omar García Harfuch, menjelaskan bahwa gelombang kekerasan ini merupakan respon langsung terhadap operasi penangkapan yang dilakukan oleh pihak berwenang.
Penangkapan El Mencho menjadi sorotan utama kolaborasi antara Meksiko dan Amerika Serikat dalam upaya pemberantasan narkoba. Otoritas Meksiko menekankan betapa vitalnya informasi dari intelijen AS dalam mengidentifikasi lokasi El Mencho.
Selama operasi, Angkatan Udara Meksiko memberikan dukungan pengintaian, memastikan pelaksanaan rencana penangkapan berjalan lancar dan terkoordinasi. Penggunaan helikopter dalam operasi ini mencerminkan tingkat kerjasama yang tinggi antara berbagai cabang militer.
Meski El Mencho telah ditangkap, tantangan keamanan di Meksiko tetap ada, dengan ancaman serangan balasan dari CJNG yang dapat mengganggu stabilitas negara.
Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: