Kementerian Kesehatan Perkuat Imunisasi Setelah Kasus Campak WNA Ditemukan
Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dengan memperkuat surveilans dan imunisasi setelah ditemukannya dua kasus campak pada Warga Negara Asing (WNA) yang berkunjung ke negara ini.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap informasi dari Otoritas Kesehatan Australia mengenai kasus tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa langkah mitigasi akan segera dilaksanakan.
Imunisasi campak tambahan akan difokuskan pada anak-anak usia sekolah, terutama di daerah dengan kasus tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Kasus campak pertama melibatkan seorang perempuan berusia 18 tahun yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap setelah melakukan perjalanan dari Jakarta ke Perth.
Sementara itu, kasus kedua adalah anak berusia 6 tahun yang belum mendapatkan imunisasi, setelah melakukan perjalanan dari Jakarta ke Sydney.
Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy
Kementerian Kesehatan juga mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menangani kemungkinan kasus lanjutan yang dapat berpotensi komplikasi.
Andi Saguni mengimbau orang tua agar memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal yang ditetapkan.
Dalam kondisi ini, masyarakat diharapkan untuk segera melaporkan kepada fasilitas kesehatan jika merasakan gejala demam atau ruam, serta mengurangi kontak sosial guna mencegah penularan.
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2025, terdapat 11.094 kasus campak terkonfirmasi, dan hingga Februari 2026, sebanyak 550 kasus telah dilaporkan.
Meskipun demikian, Andi Saguni menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di tingkat nasional.
Kementerian Kesehatan juga aktif melakukan komunikasi kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat, seperti cuci tangan dengan sabun dan mengonsumsi makanan bergizi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: