BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 21:47 WIB

Tanda-Tanda Tekanan Darah Rendah yang Perlu Diketahui

Author

Tanda-Tanda Tekanan Darah Rendah yang Perlu DiketahuiTanda-Tanda Tekanan Darah Rendah yang Perlu Diketahui

Pusing saat berdiri cepat bisa jadi pertanda bahwa seseorang mengalami penurunan tekanan darah yang cukup signifikan. Kondisi ini, dikenal dalam dunia medis sebagai ortostatik hipotensi, memang sering terjadi ketika tubuh kesulitan beradaptasi dengan perubahan posisi.

Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple

Beberapa faktor, seperti dehidrasi dan efek samping obat-obatan, dapat memicu kondisi ini. Mengetahui penyebab dan dampaknya penting untuk pengelolaan kesehatan yang lebih baik.

Memahami Ortostatik Hipotensi

Ortostatik hipotensi terjadi saat tekanan darah seseorang tiba-tiba turun ketika berpindah dari posisi duduk atau berbaring ke posisi berdiri. Gejala ini dapat menyebabkan pusing, dan dalam beberapa kasus, dapat berlanjut hingga pingsan.

Sistem saraf autonomi berperan penting dalam mengatur tekanan darah dengan memastikan aliran darah yang cukup ke otak saat posisi tubuh berubah. Jika sistem ini tidak berfungsi optimal, pusing akan terjadi.

Penyebab kondisi ini bisa bervariasi, mencakup faktor dehidrasi hingga gangguan sistem saraf. Perlu dicatat, ortostatik hipotensi lebih sering dialami oleh orang dewasa yang lebih tua.

Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial

Faktor yang Mempengaruhi Pusing Saat Berdiri

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab utama penurunan volume darah, yang membuat seseorang lebih rentan terhadap ortostatik hipotensi. Oleh karena itu, mengonsumsi cukup cairan adalah langkah penting untuk menjaga stabilitas tekanan darah.

Obat-obatan tertentu, seperti diuretik dan antihipertensi, juga bisa mempengaruhi tekanan darah. Penggunaan obat-obatan ini tanpa pengawasan medis dapat meningkatkan risiko efek samping berupa pusing.

Kondisi kesehatan lainnya, termasuk diabetes dan penyakit jantung, juga berpotensi memengaruhi respons tubuh terhadap perubahan posisi. Pasien dengan kondisi ini dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter jika kerap merasakan gejala serupa.

Cara Pengelolaan dan Pencegahan Ortostatik Hipotensi

Mengelola ortostatik hipotensi memerlukan kesadaran terhadap gejala dan mengubah posisi dengan perlahan. Dengan cara ini, tubuh bisa lebih mudah beradaptasi saat berpindah posisi.

Penting untuk menjaga asupan cairan yang cukup dan mempraktikkan pola makan seimbang. Mengadopsi gaya hidup sehat dapat membantu menstabilkan tekanan darah.

Jika seseorang mengalami pusing berulang, pemeriksaan lebih lanjut menjadi langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi penyebabnya. Penanganan sesuai diagnosis medis dapat meningkatkan kualitas hidup.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tanda-Tanda Tekanan Darah Rendah yang Perlu Diketahui

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!