BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 MARET 2026 • 11:22 WIB

Insiden Pengeroyokan di Undip: Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual Menjadi Pemicu Kekerasan

Insiden Pengeroyokan di Undip: Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual Menjadi Pemicu KekerasanInsiden Pengeroyokan di Undip: Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual Menjadi Pemicu Kekerasan

Kasus pengeroyokan yang melibatkan mahasiswa Universitas Diponegoro, Arnendo, mengejutkan publik dan pihak kampus. Insiden ini terjadi setelah Arnendo dilaporkan oleh tiga mahasiswi terkait dugaan pelecehan seksual.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, mengkonfirmasi bahwa pihak kampus serius menangani kasus ini. Peringatan sebelumnya terhadap Arnendo dianggap tidak diindahkan, sehingga memicu reaksi keras dari teman-teman sekelasnya.

Latar Belakang Kasus

Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Arnendo menjadi faktor penting yang memicu pengeroyokan. Nurul Hasfi menyatakan bahwa laporan sudah diterima di Dekanat, dan Arnendo telah diperingatkan beberapa kali mengenai perilakunya.

Kemarahan di kalangan mahasiswa lain kian meningkat akibat tindakan Arnendo yang dianggap tidak pantas. Laporan tersebut ikut mencerminkan ketidakpuasan mahasiswa terhadap perlakuan Arnendo di kampus.

Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik

Dampak Pengeroyokan

Pengacara Arnendo, Zainal Abidin Petir, mengungkapkan bahwa kliennya mengalami cedera serius akibat pengeroyokan tersebut. Arnendo dilaporkan mengalami patah tulang hidung, gegar otak, dan gangguan saraf di mata kirinya.

Zainal menjelaskan bahwa pengeroyokan berlangsung selama dua jam, dari pukul 23.00 hingga 04.15 WIB. Insiden ini tidak hanya melukai fisik Arnendo, tetapi juga berpotensi menimbulkan trauma psikologis.

Respons dari Kampus dan Keluarga Korban

Pihak Universitas Diponegoro menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kasus ini sesuai prosedur. Nurul Hasfi menyatakan bahwa pihak kampus akan melindungi pelapor agar proses hukum berlangsung adil.

Keluarga Arnendo menyuarakan keprihatinan mereka terkait perlakuan yang diterima anak mereka. Mereka berharap pihak kampus bertindak tegas terhadap semua yang terlibat dalam insiden kekerasan tersebut.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Insiden Pengeroyokan di Undip: Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual Menjadi Pemicu Kekerasan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!