Rabu, 11 JUNI 2025 • 07:44 WIB

Pentingnya Memahami Hipotensi dan Dampaknya

Author

Generated by Journalist AI

shelifestyle.id – Hipotensi atau tekanan darah rendah sering dianggap tidak lebih serius dibandingkan hipertensi. Namun, kondisi ini dapat berpengaruh pada kesehatan dan memerlukan perhatian.

Tekanan darah sistolik di bawah 90 mmHg dan diastolik di bawah 60 mmHg menandakan hipotensi. Kondisi ini kadang menyebabkan kelelahan, pusing, dan dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya.

Apa Itu Darah Rendah?

Hipotensi adalah kondisi dimana tekanan darah dalam arteri lebih rendah dari normal, dengan angka optimal sekitar 120/80 mmHg untuk orang dewasa.

Kondisi ini dapat menyerang siapa saja dan disebabkan oleh berbagai faktor termasuk dehidrasi, kehilangan darah, dan masalah jantung.

Meski tidak selalu menunjukkan gejala, beberapa orang bisa mengalami pusing, pingsan, atau kelelahan berlebihan.

Menurut Mayo Clinic, “hipotensi yang tidak menyebabkan gejala jarang membutuhkan perawatan.” Namun, penting untuk mengetahui penyebabnya dan berkonsultasi dengan dokter jika muncul gejala yang mengganggu.

Faktor Penyebab Darah Rendah

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab umum dari tekanan darah rendah di mana tubuh kehilangan lebih banyak cairan ketimbang yang dikonsumsi.

Kehilangan darah, terutama akibat kecelakaan atau operasi, menjadi faktor signifikan yang menurunkan tekanan darah.

Gangguan jantung seperti bradikardia atau detak jantung lambat dapat mengarah pada hipotensi.

Obat-obatan tertentu seperti diuretik dan obat penurun tekanan darah juga bisa menurunkan tekanan darah ke tingkat yang tidak sehat.

Dampak Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Tekanan darah rendah dapat menyebabkan kelemahan, pusing, atau pingsan, umumnya terjadi ketika berdiri setelah duduk atau berbaring lama.

Kondisi ini bisa berbahaya jika terjadi saat mengemudi atau melakukan kegiatan yang menuntut konsentrasi tinggi.

Pada kasus serius, hipotensi dapat menyebabkan syok dengan gejala seperti kebingungan, kulit dingin dan lembap, serta napas berat.

Identifikasi dan penanganan tepat dari penyebab dasar hipotensi sangat penting. Peningkatan asupan cairan, konsumsi garam yang cukup, serta pemantauan medis bisa membantu menjaga kestabilan tekanan darah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU