Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 15:17 WIB

Kasus Menarik: Dokter Selamatkan Pasien dari Benda Asing di Rektum

Author

Kasus Menarik: Dokter Selamatkan Pasien dari Benda Asing di Rektum

Seorang dokter di Pennsylvania, Amerika Serikat, berhasil mengeluarkan dumbell seberat 2 kg dari anus seorang pasien pria berusia 50 tahun. Kasus ini terungkap saat pasien datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri perut bagian bawah setelah mengalami praktik seksual yang tidak biasa.

Baca juga: Pentingnya Self Love untuk Hubungan yang Sehat

Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan adanya benda asing di rektum pasien yang ternyata adalah dumbell seberat 5 pon. Prosedur pengeluaran dilakukan tanpa pembedahan, menggunakan teknik yang aman untuk memastikan kenyamanan pasien.

Kondisi Pasien dan Deteksi Awal

Pasien tiba di rumah sakit melaporkan nyeri perut yang dirasakan selama empat jam. Tidak ada riwayat medis yang signifikan pada pasien sehingga tim medis perlu melakukan pemeriksaan mendalam.

Pemeriksaan abdomen menunjukkan nyeri tekan ringan di kuadran bawah kiri. Hal ini mendorong dokter untuk melakukan pemeriksaan rektal yang menemukan benda logam keras di dalam rektum, namun tidak ditemukan darah pada sarung tangan pemeriksa.

Radiografi abdomen biplanar dilakukan dan memperlihatkan adanya bayangan benda asing yang konsisten dengan dumbell berukuran 5 pon. Temuan ini mengarahkan tim medis untuk berkonsultasi dengan tim bedah terkait penanganan kasus tersebut.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota

Prosedur Pengeluaran Benda Asing

Tim medis mengambil langkah untuk melakukan prosedur pengeluaran benda tersebut menggunakan obat penenang ringan. Hal ini memungkinkan pasien tetap sadar tetapi dalam kondisi rileks selama proses dilakukan.

Dengan bantuan tim dokter, perut pasien ditekan untuk mendorong dumbell keluar dari rektum. Proses ini dilakukan tanpa pembedahan, yang mengurangi risiko komplikasi tambahan.

Setelah beberapa upaya, akhirnya dumbell berhasil dikeluarkan. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa otot dubur pasien berfungsi dengan baik meskipun terdapat sedikit perdarahan.

Pemantauan Pasca Prosedur

Setelah pengeluaran, pasien dipantau di ruang gawat darurat selama enam jam untuk memastikan kondisinya stabil. Selama periode ini, pasien tidak lagi merasakan nyeri perut dan dapat menerima makanan secara oral.

Pasien juga menunjukkan kemampuan untuk buang air kecil tanpa kesulitan, yang menjadi indikasi pemulihan yang baik. Setelah pemantauan yang ketat, pasien diperbolehkan untuk pulang ke rumah.

Situasi ini menyoroti pentingnya penanganan yang cepat dan tepat dalam kasus-kasus darurat, termasuk dalam kasus yang melibatkan benda asing di rektum.

Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Mengoptimalkan Stamina dan Performa Latihan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU