Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 10:55 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di Depok: Pro dan Kontra di Kalangan Orang Tua

Author

Menu Makan Bergizi Gratis di Depok: Pro dan Kontra di Kalangan Orang Tua

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh SDN Mampang, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini menjadi sorotan banyak orang di media sosial. Menu yang menyajikan kombinasi pangsit dan kentang rebus ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan masyarakat.

Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Kepala Sekolah SDN Mampang 1, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa program ini telah diimplementasikan selama satu minggu dengan tujuan memenuhi kebutuhan gizi siswa. Meski banyak pujian, tidak sedikit orang tua yang mempertanyakan kesesuaian menu untuk anak-anak mereka.

Deskripsi Menu MBG

Program Makan Bergizi menyajikan menu yang terdiri dari potongan kentang rebus, irisan wortel, pangsit goreng, saus saset, dan jeruk. Menu ini menggantikan nasi dengan kentang sebagai sumber karbohidrat pada hari tertentu.

Iwan Setiawan menyatakan, 'Sudah satu minggu (program MBG) dari minggu kemarin itu, makanannya kan bervariasi.' Beliau menegaskan pentingnya variasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak.

Pangsit goreng yang disajikan mengandung telur dan daging, serta tahu goreng sebagai tambahan, menunjukkan upaya sekolah untuk memberikan makanan bergizi dan menarik bagi siswa.

Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial

Tanggapan Orang Tua dan Media Sosial

Meskipun Iwan mengklaim bahwa menu MBG sudah sesuai dengan standar gizi, masih ada orang tua yang merasa menu tersebut tidak memuaskan. 'Tapi kan yang SPPG itu punya ahli gizi sendiri, standar sendiri bahwa hari ini itu dia makannya apa,' ungkapnya.

Postingan di media sosial menunjukkan kekecewaan di kalangan orang tua, menciptakan diskusi di komunitas. Hal ini tidak hanya melibatkan orang tua, tetapi juga banyak pengguna media sosial lainnya.

Iwan juga mencatat, 'Cuma yang hari ini ada orang tua yang tidak sesuai dengan selera.' Ini mengindikasikan bahwa meskipun menu dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi, preferensi individu tetap menjadi faktor yang penting.

Kepuasan Siswa dan Variasi Menu

Di sisi lain, Iwan menegaskan bahwa para siswa umumnya puas dengan menu yang disajiakan. 'Dari pertama sampai kemarin hari Jumat itu menu bervariasi dan anak-anak senang sih sebenarnya kemarin,' ujarnya.

Iwan juga mencatat bahwa banyak siswa meminta agar program MBG ini terus dilanjutkan, mencerminkan respon positif terhadap makanan yang disajikan.

Namun, tantangan tetap ada dalam memenuhi harapan orang tua dan kebutuhan gizi siswa. 'Cuma yang hari ini ada orang tua yang tidak sesuai dengan selera. Itu aja sih sebenarnya,' tambahnya.

Baca juga: Sepatu Putih: Item Wajib dalam Lemari Pakaian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU