Diabetes melitus (DM) kini menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, terutama di kalangan pekerja perkotaan. Dengan prevalensi yang terus meningkat, kondisi ini menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa risiko diabetes meningkat signifikan bagi pekerja di wilayah perkotaan, khususnya bagi mereka yang berusia di atas 45 tahun. Angka-angka ini menunjukkan pentingnya pemahaman dan tindakan preventif terhadap diabetes.
Faktor Risiko Diabetes pada Pekerja Perkotaan
Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sekitar 9,3 persen pekerja di perkotaan menderita diabetes. Lebih dari sepertiga dari mereka juga mengalami kondisi lain seperti hipertensi dan obesitas sentral.
Studi tersebut menemukan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (69,5 persen) dengan tingkat pendidikan rendah (68,4 persen) dan banyak yang bekerja di sektor nonformal (60,4 persen).
Umumnya, pekerja yang terkena dampak adalah mereka yang berusia 35 hingga 54 tahun, serta hampir 40 persen di antaranya adalah perokok dan bukan perokok.
Menariknya, meskipun 77,5 persen dari mereka melaksanakan aktivitas fisik yang cukup, sekitar 95,1 persen tidak mengonsumsi buah dan sayur sesuai rekomendasi.
Analisis Risiko Berbasis Usia dan Kebiasaan
Studi menunjukkan bahwa pekerja berusia 55 hingga 64 tahun memiliki risiko sembilan kali lebih tinggi untuk menderita diabetes dibandingkan kelompok yang lebih muda. Ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap kebiasaan hidup dan kesehatan usia lanjut.
Baca juga: Koleksi Patung Superhero Anggota DPR RI Dihancurkan Dalam Penjarahan
Perokok harian justru memiliki risiko 36,7 persen lebih rendah dibandingkan bukan perokok meskipun kebiasaan ini tetap membahayakan kesehatan. Penting untuk diperhatikan bahwa merokok dapat memicu penyakit lain yang serius.
Sebagian individu yang mengalami hipertensi atau obesitas sentral berisiko 1,7 kali lebih besar untuk mengalami diabetes, menandakan urgensi untuk pola hidup sehat.
Fakta-fakta ini memperlihatkan pentingnya meningkatkan kesadaran tentang manajemen kesehatan bagi pekerja dengan kondisi kesehatan yang ada.
Upaya Pencegahan dan Pelibatan Perusahaan
Pekerja perkotaan menghadapi berbagai tantangan kesehatan terkait dengan pola hidup dan kondisi kerja. Penting bagi perusahaan untuk berperan aktif dalam pengendalian diabetes di tempat kerja.
Perusahaan dapat mengambil langkah proaktif dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan lingkar perut secara berkala. Ini bisa dilakukan melalui kerja sama dengan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM).
Skrining rutin bagi pekerja di atas 35 tahun dianggap sangat krusial untuk deteksi dini diabetes, ditambah dengan program edukasi mengenai pola makan sehat dan dampak buruk dari merokok.
Adopsi gaya hidup aktif dan konsumsi gizi seimbang diharapkan dapat membantu penurunan risiko diabetes di antara pekerja.
Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula Memulai Kebiasaan Sehat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: