Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 12:04 WIB

Cuaca Panas Ekstrem Melanda Indonesia: Suhu Mencapai Angka Memprihatinkan

Author

Cuaca Panas Ekstrem Melanda Indonesia: Suhu Mencapai Angka Memprihatinkan

Cuaca panas ekstrem kini melanda berbagai wilayah di Indonesia, terutama Pulau Jawa dan Bali, dengan suhu yang meresahkan mencapai angka yang tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh pergeseran posisi matahari yang mempengaruhi pola cuaca.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan bahwa kondisi ini menyebabkan minimnya pertumbuhan awan hujan, sehingga sinar matahari langsung menerpa bumi, membuat suhu semakin meningkat. Dengan suhu yang telah menyentuh 36°C di beberapa daerah, ancaman kesehatan bagi masyarakat semakin nyata.

Penyebab Cuaca Panas Ekstrem

BMKG mengidentifikasi bahwa cuaca panas yang menyengat saat ini disebabkan oleh pergeseran semu matahari ke arah selatan Indonesia. Guswanto mengungkapkan, "Saat ini kenapa terlihat sangat panas? Karena di sisi selatan, matahari sekarang itu udah bergeser, di posisi di selatan wilayah Indonesia."

Pergeseran ini berimplikasi pada pertumbuhan awan hujan yang semakin jarang terlihat di langit. "Dan ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan. Sehingga inilah yang terasa panas, tidak ada awan yang menutup sinar matahari langsung," tambahnya.

Dari informasi yang didapat, kondisi ini mempengaruhi berbagai aktivitas masyarakat yang mengandalkan cuaca baik. Akibat minimnya awan, masyarakat merasakan dampak langsung dari peningkatan suhu yang ekstrem.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Prediksi Perubahan Cuaca

BMKG memprediksi bahwa cuaca panas ekstrem ini akan mulai mereda pada akhir Oktober 2025, bertepatan dengan datangnya musim hujan. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan, "Cuaca panas ekstrem kemungkinan akan mulai mereda akhir Oktober hingga awal November, seiring masuknya musim hujan dan peningkatan tutupan awan."

Langkah ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat yang kini merasakan dampak dari cuaca yang tidak bersahabat. Dwikorita juga menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena pergeseran semu matahari yang mengurangi tutupan awan.

"Kenapa terasa makin panas? Pertama, minim tutupan awan, sinar matahari langsung menembus tanpa hambatan," ungkapnya, menegaskan bahwa langkah pencegahan perlu diambil hingga kondisi cuaca membaik.

Suhu Panas di Berbagai Wilayah

Suhu panas ini memberi dampak signifikan pada beberapa daerah, dengan DKI Jakarta mencatat suhu mencapai 35°C. Surabaya dan Sidoarjo di Jawa Timur mencatat suhu tertinggi hingga 36°C, seperti diungkapkan Guswanto, "Beberapa wilayah yang mencatat suhu tertinggi dan paling terdampak antara lain DKI Jakarta suhu mencapai 35°C. Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur suhu hingga 36°C."

Situasi ini tidak hanya terjadi di pulau Jawa, namun juga merambah Bali dan Nusa Tenggara, di mana suhu mendekati angka 35°C. Menghadapi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.

Masyarakat disarankan untuk menghindari paparan langsung sinar matahari, khususnya di jam-jam tertentu, dan menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, serta sunscreen saat beraktivitas di luar. Hal ini penting untuk mengurangi risiko kesehatan yang dapat timbul akibat suhu tinggi.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU