Skoliosis adalah kondisi medis di mana tulang belakang melengkung secara abnormal, mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Meskipun sering kali tidak terasa, dampak dari skoliosis dapat menjadi signifikan bagi anak-anak dan orang dewasa.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Kondisi ini ditandai dengan lengkungan tulang belakang ke samping, sehingga menciptakan bentuk 'S' atau 'C'. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, sekitar 2-3% dari populasi mengalami skoliosis.
Apa Itu Skoliosis?
Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang ditandai oleh lengkungan ke samping. Dalam kondisi normal, tulang belakang seharusnya lurus saat dilihat dari belakang, tetapi pada penderita skoliosis, terdapat lengkungan yang mempengaruhi posisi tulang belakang.
Kondisi ini dapat muncul pada berbagai usia, tetapi paling umum terjadi pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Deteksi awal sangat penting untuk mencegah komplikasi di masa mendatang.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Penyebab dan Gejala Skoliosis
Ada beberapa penyebab skoliosis, termasuk faktor genetik, kondisi medis tertentu, atau idiopatik, yang tanpa penyebab jelas. Anak-anak dengan riwayat keluarga skoliosis berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
Gejala awal skoliosis dapat berupa ketidakseimbangan bahu atau pinggul, serta perubahan posisi tubuh seperti miring atau membungkuk. Terkadang, gejala ini tidak disadari oleh orang tua hingga anak memasuki masa remaja.
Penanganan Skoliosis
Penanganan skoliosis bergantung pada tingkat keparahan dan usia pasien. Kasus ringan biasanya memerlukan pengawasan berkala tanpa intervensi lebih lanjut.
Namun, untuk skoliosis yang lebih parah, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan brace atau tindakan pembedahan. Penting untuk melakukan pemeriksaan rutin guna mendeteksi kondisi ini secara dini.
Dokter spesialis ortopedi di Jakarta menyatakan, 'Deteksi awal dapat membantu mengurangi risiko komplikasi di kemudian hari.' Oleh karena itu, kesadaran tentang pentingnya deteksi dini sangatlah krusial.
Baca juga: Pentingnya Mengonsumsi Obat Cacing Secara Rutin untuk Kesehatan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: