Radang selaput paru, atau pleuritis, adalah kondisi medis yang dapat menyebabkan nyeri dada yang tajam serta sesak napas. Penting untuk mengenali gejala dan penanganan pleuritis agar mendapatkan perawatan yang sesuai.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Pleuritis terjadi ketika lapisan pelindung paru-paru mengalami peradangan akibat berbagai penyebab, termasuk infeksi dan penyakit autoimun. Memahami lebih lanjut mengenai kondisi ini akan membantu dalam melakukan pencegahan dan pengobatan yang tepat.
Apa Itu Radang Selaput Paru?
Pleuritis merupakan peradangan pada pleura, yakni lapisan tipis yang melindungi paru-paru. Penyebab dari pleuritis bervariasi, mulai dari infeksi virus dan bakteri, penyakit autoimun, hingga kanker.
Rasa sakit yang ditimbulkan oleh pleuritis tidak hanya membuat seseorang sulit bernapas, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika tidak diobati, kondisi ini berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti efusi pleura di mana cairan terkumpul di ruang antara lapisan pleura.
Baca juga: Manfaat Asam Hialuronat dalam Perawatan Kulit
Gejala Pleuritis yang Perlu Diketahui
Gejala utama dari pleuritis adalah nyeri dada yang tajam, terutama saat bernapas dalam atau batuk. Rasa sakit ini umumnya akan meningkat saat seseorang bergerak atau mengubah posisi.
Selain nyeri dada, beberapa pasien juga dapat mengalami sesak napas yang menghambat aktivitas fisik. Tanda-tanda lainnya, seperti demam dan batuk, mungkin juga muncul. Segera konsultasikan dengan tenaga medis jika gejala-gejala ini dirasakan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Penanganan Radang Selaput Paru
Untuk menangani pleuritis, langkah yang diambil akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Untuk kasus yang disebabkan oleh infeksi, dokter umumnya akan memberikan antibiotik.
Kombinasi antara obat anti-inflamasi dan pereda nyeri sering digunakan untuk meredakan rasa nyeri akibat peradangan. Jika terjadi efusi pleura, prosedur pengurasan mungkin diperlukan untuk mengeluarkan cairan dan mengurangi tekanan di dada.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters: Dari Kontroversi hingga Popularitas Global
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: