Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 22:49 WIB

Risiko Kesehatan dari Pewarna dan Alat Pelurus Rambut: Pertimbangan Penting bagi Pengguna

Author

Risiko Kesehatan dari Pewarna dan Alat Pelurus Rambut: Pertimbangan Penting bagi Pengguna

Penggunaan pewarna rambut dan alat pelurus rambut berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara, menurut ahli kesehatan.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota

Paparan bahan kimia dalam produk ini dapat berkontribusi pada risiko kesehatan yang serius, khususnya di kalangan perempuan.

Bahan Kimia dalam Pewarna Rambut dan Dampaknya

Dokter onkologi radiasi, Chirag Shah, MD, menyatakan bahwa lebih dari 5.000 bahan kimia terdapat dalam pewarna rambut, termasuk zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.

Amina aromatik dan senyawa lainnya seperti 3-amino-4-metoksianilin menjadi perhatian utama karena dapat mengganggu kadar hormon dalam tubuh.

Pewarna rambut permanen, yang mendominasi sekitar 80% pasar, diketahui mengandung lebih banyak kimia berbahaya dibandingkan dengan pewarna semi-permanen.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran

Risiko pada Profesional Kecantikan dan Penelitian Terkait

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menegaskan bahwa penggunaan pewarna rambut untuk penggunaan pribadi tidak dapat diklasifikasikan sebagai karsinogenik bagi manusia.

Namun, IARC mencatat bahwa penata rambut yang sering terpapar pewarna rambut menghadap risiko lebih tinggi, yang termasuk dalam kategori 'kemungkinan karsinogenik'.

Sebuah studi besar dari National Institutes of Health pada tahun 2019 menunjukkan bahwa perempuan yang menggunakan pewarna rambut permanen secara teratur memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan yang tidak menggunakan.

Hubungan dengan Penggunaan Catokan Rambut

Studi menunjukkan bahwa penggunaan catokan rambut yang mengandung formaldehida juga berkontribusi pada peningkatan risiko kanker payudara.

Mereka yang menggunakan catokan rambut dalam 12 bulan sebelum penelitian memiliki risiko 18% lebih tinggi untuk mengembangkan kanker payudara.

Frekuensi penggunaan catokan juga menjadi faktor, di mana penggunaan setiap lima hingga delapan minggu meningkatkan risiko hingga 31%.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental: Pentingnya Perhatian untuk Generasi Muda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU