Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 15:51 WIB

Penekanan Presiden Prabowo Soal Game Online dan Dampaknya di Kalangan Pelajar

Author

Penekanan Presiden Prabowo Soal Game Online dan Dampaknya di Kalangan Pelajar

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya pembatasan pengaruh game online setelah insiden ledakan di SMA 72 Jakarta baru-baru ini.

Baca juga: Koleksi Patung Superhero Anggota DPR RI Dihancurkan Dalam Penjarahan

Organisasi pendidikan diimbau untuk lebih waspada terhadap dampak negatif dari permainan digital dan perundungan di kalangan siswa.

Pengaruh Game Online terhadap Perilaku Siswa

Dalam rapat terbatas di kediamannya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa game online seperti PUBG memiliki potensi mempengaruhi perilaku siswa.

Prasetyo menegaskan bahwa kekerasan yang dihadirkan dalam permainan tersebut dapat dengan mudah dipelajari oleh anak-anak, menimbulkan perilaku agresif.

Dia menyatakan, "Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi."

Sikap Pengamat Terhadap Arahan Presiden

Trubus Rahadiansyah, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, menekankan pentingnya pendidikan karakter serta perlunya pengawasan dari orang tua dan sekolah.

Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal

Menurut Trubus, arahan Presiden bukan bertujuan untuk melarang anak-anak bermain game, melainkan untuk memastikan aktivitas tersebut tidak membawa dampak negatif.

Ia menyatakan, "Game online tidak bisa dihapuskan, tapi bisa diatur agar tidak membentuk perilaku agresif, adiktif, atau asosial."

Trubus juga menyarankan agar kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Sosial diperlukan untuk menciptakan mekanisme pengawasan konten game.

Solusi untuk Mengatasi Kecanduan Game

Trubus mengusulkan pendekatan rehabilitatif bagi anak-anak yang mengalami kecanduan game, dengan fokus pada kegiatan positif sebagai solusi.

Dia mendorong agar program digital parenting dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, sehingga orang tua dan pendidik bisa memberikan bimbingan yang sesuai.

Menekankan pentingnya dukungan sosial dalam pemulihan, Trubus mengatakan bahwa anak-anak yang kecanduan game perlu diarahkan dan dirangkul, bukan dihukum.

Baca juga: Menunjukkan Cinta Melalui Tindakan Kecil untuk Pasangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU