Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 20:12 WIB

Pentingnya Mengenali Gejala Penyakit yang Sering Diabaikan

Author

Pentingnya Mengenali Gejala Penyakit yang Sering Diabaikan

Penyakit kadang muncul tanpa tanda-tanda mencolok, menyebabkan banyak orang meremehkan gejalanya. Di Indonesia, terdapat beberapa penyakit yang sering tak disadari, meskipun telah banyak kasus terdiagnosis.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat

Kurangnya pemahaman mengenai gejala awal berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Maka dari itu, mengenali tanda-tanda yang tampak sepele penting dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Diabetes Melitus

Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit umum di Indonesia. Gejala awal seperti rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan tak jelas sering dianggap sepele.

Banyak orang berpikir bahwa gejala ini hanya pertanda dehidrasi biasa. Padahal, ketidakpekaan terhadap gejala ini dapat berakibat fatal dan berujung pada komplikasi serius.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2021, lebih dari 10 juta orang terdiagnosis dengan diabetes.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran

Hipertensi

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan salah satu 'silent killer' yang banyak dialami masyarakat. Walau tidak selalu mengalami gejala, hipertensi dapat berujung pada stroke dan penyakit jantung.

Gejala seperti sakit kepala atau pusing sering diabaikan. Namun, tekanan darah yang tinggi dan berkelanjutan dapat merusak pembuluh darah serta organ vital lainnya.

Survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%. Ini menandakan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini.

Kanker Serviks

Kanker serviks adalah penyakit yang sering tak disadari oleh wanita. Gejala awal seperti nyeri panggul atau perdarahan di luar menstruasi dapat menjadi indikasi kanker serviks.

Meskipun ada pemeriksaan untuk deteksi dini seperti Pap smear, banyak wanita enggan melakukannya. Data dari WHO menunjukkan bahwa angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia cukup tinggi.

Edukasi dan penyuluhan tentang risiko serta gejala kanker serviks sangat penting untuk meningkatkan kesadaran wanita. Hal ini dapat membantu mereka lebih peka terhadap gejala yang tampak dianggap sepele.

Baca juga: Menunjukkan Cinta Melalui Tindakan Kecil untuk Pasangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU