Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 16:44 WIB

Mengenal Penyakit Autoimun: Faktor Risiko dan Inovasi Terbaru dalam Pengobatan

Author

Mengenal Penyakit Autoimun: Faktor Risiko dan Inovasi Terbaru dalam Pengobatan

Penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem imun menyerang sel sehat tubuh sendiri, dengan hampir 80 persen penderitanya adalah perempuan.

Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV

Kondisi ini mencakup berbagai jenis penyakit, seperti lupus dan artritis reumatoid, yang turut memengaruhi kualitas hidup para wanita.

Penyebab dan Jenis Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun salah mengenali sel sehat sebagai ancaman, menyebabkan berbagai kondisi yang dapat memengaruhi individu.

Ada lebih dari 100 jenis penyakit autoimun, di antaranya Sjogren’s syndrome, lupus, rheumatoid arthritis, dan miastenia gravis.

Gejala awal dari penyakit ini sering kali sembunyi, seperti nyeri sendi, demam, dan kelelahan, sehingga diagnosis bisa menjadi terlambat.

Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, penderita biasanya perlu menjalani serangkaian tes darah, tes antibodi, dan konsultasi dengan beberapa dokter.

Faktor Risiko Khusus untuk Perempuan

Menurut tinjauan dari National Institute Health, mayoritas penderita penyakit autoimun adalah perempuan, yang disebabkan oleh variasi kromosom seks dan fluktuasi hormonal.

Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya

Perempuan memiliki dua kromosom X, sehingga meningkatkan risiko mereka dibandingkan laki-laki.

Penelitian di PubMed Central menunjukkan bahwa gen Kdm6a lebih aktif pada sel imun wanita, yang menandakan perbedaan respons imun antara jenis kelamin.

UCLA Health melaporkan bahwa penghilangan gen tersebut pada model hewan menunjukkan bisa mengurangi peradangan dan aktivitas penyakit, mencerminkan kompleksitas respons imun pada perempuan.

Inovasi dalam Pengobatan Penyakit Autoimun

Perkembangan terbaru memberikan harapan baru bagi pengobatan penyakit autoimun, yang sering kali memerlukan imunosupresan dengan efek samping serius.

Saat ini, sejumlah inovasi pengobatan sedang diuji coba, termasuk terapi sel dan pendekatan eksperimental CAR-T, yang bisa 'mereset' sistem imun dalam kondisi seperti lupus.

Pemrograman ulang imun, yang menargetkan perilaku sel imun agar lebih teratur, juga merupakan area penelitian yang menjanjikan.

Teknologi diagnostik canggih, seperti studi proteomik, diharapkan bisa lebih akurat dalam memprediksi flare lupus, memungkinkan perawatan yang lebih tepat waktu dan personal.

Baca juga: Cara Aman Berolahraga: Tips Menghindari Cedera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU