Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 16:40 WIB

Misi China dengan Astronaut Tikus: Penelitian Luar Angkasa yang Menjanjikan

Author

Misi China dengan Astronaut Tikus: Penelitian Luar Angkasa yang Menjanjikan

China baru saja menyelesaikan uji coba pengiriman 'astronaut tikus' ke stasiun luar angkasa pada 31 Oktober 2025. Tikus yang dikirim tinggal di luar angkasa selama hampir dua minggu untuk tujuan penelitian.

Baca juga: Menggali Potensi Finfluencer di Era Digital: Panduan Memperbaiki Keuangan Pribadi

Eksperimen ini bertujuan untuk memahami bagaimana kondisi di luar angkasa mempengaruhi perilaku dan fisiologi tikus, yang diakui memiliki kemiripan genetik dengan manusia.

Tujuan dan Metode Penelitian

Tikus dipilih sebagai subjek penelitian ini karena ukurannya yang kecil, siklus reproduksi yang pendek, dan kemudahan dalam modifikasi genetik. Hal ini menjadikan mereka objek yang ideal untuk menganalisis fisiologi dan perkembangan organisme di luar angkasa.

Selama misi, tikus-tikus tersebut dipantau secara teratur menggunakan teknologi video multidimensi. Data yang dikumpulkan selama pengamatan tersebut akan dianalisis untuk memahami pengaruh lingkungan luar angkasa terhadap perilaku mereka.

Zhang Lu, pakar dari Technology and Engineering Center for Space Utilization, Chinese Academy of Sciences (CAS), menyoroti bahwa, "Percobaan ini memberi kita dasar yang baik untuk penelitian mamalia berskala besar lebih lanjut di orbit."

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR

Analisis Hasil dan Relevansi

Setelah misi selesai, tim ilmuwan akan menganalisis perilaku, fisiologi, dan metrik biokimia tikus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi respons dan perubahan adaptif hewan terhadap kondisi luar angkasa.

Huang Kun, pakar dari CSU, menekankan pentingnya hasil penelitian ini, "Temuan ini akan sangat penting untuk menilai kelayakan kelangsungan hidup dan reproduksi manusia jangka panjang di luar angkasa."

Dengan eksperimen ini, diharapkan dapat diperoleh wawasan yang bermanfaat terkait kesehatan manusia di Bumi serta kemajuan signifikan dalam penelitian ilmu hayati luar angkasa.

Kegiatan Astronaut dan Misi Lainnya

Selain pengiriman tikus, misi ini juga melibatkan astronaut Tiongkok yang menjalani berbagai aktivitas ekstravehicular dan tugas transfer muatan. Mereka berhasil memasang perangkat pelindung dari puing-puing luar angkasa.

Kerjasama antara kru astronaut dan personel ilmiah serta teknis berbasis darat telah menciptakan hasil signifikan dalam riset sains material antariksa dan kedokteran antariksa. Salah satu pencapaian penting adalah pembangunan 'kebun luar angkasa' yang sukses menanam wortel dan memanen selada di modul Laboratorium Wentian.

Misi Shenzhou-20, yang berlangsung selama 204 hari, mencatatkan rekor sebagai yang terlama bagi stasiun luar angkasa China. Ketiga astronaut, Chen Dong, Chen Zhongrui, dan Wang Jie, berhasil mendarat dengan selamat di Gurun Gobi, China Utara.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU