Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 19:42 WIB

Menghadapi FOMO di Era Digital: Tindakan dan Strategi

Author

Menghadapi FOMO di Era Digital: Tindakan dan Strategi

Di era digital yang serba cepat, fenomena 'Fear of Missing Out' atau FOMO semakin menjadi perhatian utama. Banyak orang merasa tertekan untuk selalu update dengan informasi terbaru dan tren yang sedang hits.

Baca juga: Dolby Vision 2: Menghadirkan Inovasi Memukau dalam Teknologi Visual TV

Prediksi menunjukkan bahwa pada 2025, kondisi ini akan semakin meningkat. Dengan kemajuan teknologi yang memudahkan akses ke berbagai konten, pengguna media sosial kini berjuang lebih keras untuk tidak ketinggalan momen-momen penting dalam hidup mereka.

Apa Itu FOMO?

FOMO atau Fear of Missing Out adalah perasaan cemas yang terjadi ketika seseorang merasa ketinggalan informasi atau pengalaman. Istilah ini mulai populer dengan perkembangan media sosial dan berbagai platform digital.

Individu yang mengalami FOMO biasanya merasa tertekan untuk selalu terhubung, mengikuti tren terbaru, dan berpartisipasi dalam kegiatan yang sedang 'in'. Kecemasan jenis ini berpotensi mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan mental.

Contohnya, seorang pengguna Instagram yang melihat teman-temannya pergi ke acara seru bisa merasa terasing jika tidak ikut. Secara tidak sadar, mereka merasa terpaksa untuk turut serta agar tidak ketinggalan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Berlanjut

Dampak Teknologi terhadap FOMO

Teknologi memiliki peranan besar dalam meningkatkan tingkat FOMO. Dengan smartphone yang selalu terkoneksi, informasi beredar dengan sangat cepat, sehingga memicu ketidakpastian di antara pengguna.

Di 2025, diprediksi bahwa penggunaan augmented reality dan virtual reality akan semakin meluas. Hal ini mendorong individu untuk merasa perlu mengkonsumsi semua konten agar tidak merasa tertinggal.

Banyak aplikasi media sosial dilengkapi dengan fitur notifikasi yang terus-menerus membombardir pengguna dengan berita baru. Perasaan FOMO pun semakin intens. Seperti ditemui oleh seorang ahli psikologi, 'Pengguna cenderung memeriksa ponsel mereka setiap beberapa menit untuk memastikan tidak ada yang terlewat.'

Strategi Menghadapi FOMO

Menyadari perasaan FOMO adalah langkah pertama untuk menghadapinya. Dengan mengenali emosi ini, individu bisa mulai melepaskan ketergantungan pada apa yang mereka lihat di media sosial.

Mengatur batasan dalam penggunaan media sosial pun bisa menjadi solusi yang efektif. Misalnya, dengan menentukan waktu spesifik untuk berselancar di dunia maya, diharapkan perasaan cemas akibat FOMO dapat berkurang.

Fokus pada pengalaman nyata dan hubungan interpersonal sangat membantu untuk menyempitkan jurang antara dunia maya dan kenyataan. Menghadapi FOMO memang tidak mudah, tetapi dengan langkah-langkah sederhana, dampaknya bisa diminimalisir.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU