Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 11:14 WIB

Risiko Kesehatan Akibat Kebiasaan Duduk Terlalu Lama

Author

Risiko Kesehatan Akibat Kebiasaan Duduk Terlalu Lama

Banyak dari kita mungkin belum menyadari bahwa kebiasaan duduk lebih dari delapan jam sehari dapat membawa dampak serius bagi kesehatan jantung dan otak. Penelitian menunjukkan bahwa duduk dalam waktu lama meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular serta gangguan fungsi otak.

Baca juga: Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Perawatan Keguguran

Informasi ini sangat penting untuk diperhatikan agar kita dapat menjaga kesehatan diri dengan lebih baik. Dengan memahami risiko kesehatan, kita bisa mengambil langkah preventif yang diperlukan.

Risiko Kesehatan Jantung

Kebiasaan duduk berlebihan dapat menyebabkan penumpukan lemak di area abdomen, yang merupakan salah satu faktor risiko bagi penyakit jantung. Penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association menunjukkan bahwa individu yang duduk lebih dari enam jam sehari memiliki peluang lebih tinggi untuk mengalami masalah jantung.

Selama kita duduk, sirkulasi darah menjadi lebih lambat, yang berkontribusi pada peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol jahat. Dengan kata lain, semakin lama kita duduk, semakin besar risiko terkena penyakit jantung koroner.

Selain itu, mereka yang memiliki gaya hidup sedentari cenderung menerapkan pola makan yang tidak sehat, yang berkontribusi pada masalah kesehatan jantung. Menurut dr. Kertanegara, seorang ahli jantung, "Kombinasi antara duduk lama dan pola makan yang buruk dapat menjadi resep pasti untuk masalah jantung."

Baca juga: Olahraga Low Impact: Solusi Ideal untuk Pemula Memulai Kebiasaan Sehat

Dampak bagi Kesehatan Otak

Duduk dalam waktu lama juga berpengaruh negatif terhadap kesehatan otak. Sebuah studi yang terbit dalam Journal of Alzheimer’s Disease menunjukkan bahwa rendahnya aktivitas fisik berdampak buruk pada fungsi kognitif dan memori.

Ketika kita duduk terlalu lama, aliran darah ke otak berkurang, yang dapat memengaruhi kemampuan belajar dan konsentrasi. Penurunan aktivitas fisik juga dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap demensia, yang semakin menjadi perhatian.

Profesor Universitas Stanford, Dr. Liana Chen, berkomentar, "Mengurangi durasi duduk dengan melakukan aktivitas fisik sederhana seperti berjalan selama 20 menit bisa sangat membantu dalam menjaga kesehatan otak."

Solusi untuk Mengurangi Waktu Duduk

Ada berbagai cara sederhana yang dapat kita lakukan untuk mengurangi waktu duduk. Misalnya, mencoba menggunakan meja berdiri saat bekerja bisa membantu meningkatkan mobilitas dan mengurangi potensi risiko kesehatan.

Penting juga untuk menyisipkan waktu istirahat setiap satu jam dengan melakukan aktivitas seperti berjalan atau peregangan ringan. Prof. Joko dari Universitas Gadjah Mada mengingatkan, "Kebiasaan kecil ini dapat membantu mengurangi dampak negatif dari duduk terlalu lama."

Aktivitas fisik minimal 150 menit dalam seminggu sangat dianjurkan, sesuai dengan rekomendasi World Health Organization. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU