Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 11:45 WIB

Peningkatan Aktivitas Gunung Semeru: Kembali Meletus di Bulan November 2025

Author

Peningkatan Aktivitas Gunung Semeru: Kembali Meletus di Bulan November 2025

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi kembali pada Rabu siang, 19 November 2025, mengeluarkan guguran awan panas ke arah Jembatan Gladak Perak.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple

Sebagai langkah pencegahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah menutup jembatan vital ini demi menjaga keselamatan warga dan pengunjung.

Sejarah Erupsi Gunung Semeru

Sejarah aktivitas vulkanik Gunung Semeru dimulai sejak tahun 1818, meskipun dokumentasi resmi yang lengkap baru tersedia hingga 1913. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), erupsi besar pertama kali tercatat antara tahun 1941 hingga 1942.

Pada periode tersebut, leleran lava dari Semeru mencapai ketinggian hingga 1.775 meter, bahkan menimbun Pos Pengairan Bantengan. Aktivitas vulkanik Gunung Semeru terjadi kembali selama periode 1945 hingga 1960.

Berdasarkan catatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tahun 1990-an, gunung ini menunjukkan gejala aktivitas yang serius dan terklasifikasi sebagai gunung api aktif.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak

Dampak dari Erupsi Semeru

Erupsi signifikan yang tercatat pada tahun 1977 menyebabkan guguran lava dan awan panas yang menjangkau hingga 10 kilometer, merusak infrastruktur dan lahan pertanian di sekitarnya. Selang waktu beberapa tahun, erupsi lebih lanjut terjadi pada tahun 2008, dimana awan panas bergerak menuju Besuk Kobokan hingga sejauh 2.500 meter.

Aktivitas beruntun berlangsung dari tahun 2014 hingga 2017 dengan kejadian hampir setiap bulan. Salah satu letusan paling besar terjadi pada 4 Desember 2021, di mana runtuhnya kubah lava mengakibatkan 69 korban jiwa dan banyak luka lainnya.

Kejadian erupsi dan dampaknya menjadi pelajaran penting dalam mitigasi bencana, terutama untuk pengelolaan risiko di kawasan sekitar.

Aktivitas Terkini dan Langkah Pencegahan

Peningkatan aktivitas vulkanik kembali terpantau oleh PVMBG pada Desember 2022 dan 2024, yang menunjukkan adanya potensi aliran piroklastik. BPBD mengambil tindakan cepat dengan melakukan evakuasi besar-besaran untuk keselamatan warga.

Erupsi yang terjadi pada 19 November 2025 mencatatkan guguran awan panas mencapai 13 kilometer, sehingga Jembatan Gladak Perak harus ditutup. BPBD Lumajang terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Kewaspadaan menjadi kunci utama bagi warga sekitar, mengingat kemungkinan ancaman erupsi yang dapat muncul secara mendadak.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU