Jumat, 21 NOVEMBER 2025 • 14:21 WIB

Indonesia Tutup Kasus Kejadian Luar Biasa Polio Tipe 2

Author

Indonesia Tutup Kasus Kejadian Luar Biasa Polio Tipe 2

Indonesia secara resmi mengakhiri Kejadian Luar Biasa (KLB) polio tipe 2, yang sebelumnya terjadi akibat rendahnya cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani

Hampir 60 juta dosis imunisasi polio tambahan telah diberikan kepada anak-anak sebagai bagian dari upaya ini.

Penutupan Kasus KLB Polio

Sejak bulan Juni 2024, tidak ada lagi virus polio yang terdeteksi baik pada anak-anak maupun lingkungan di Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menyatakan KLB ditutup pada 19 November 2025.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan keberhasilan ini sebagai hasil kerja keras dan dedikasi semua pihak. 'Setiap anak berhak mendapatkan perlindungan. Kita harus terus bekerja sama agar polio tidak kembali dengan memastikan semua anak menerima imunisasi polio lengkap sesuai usia,' ujarnya.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota

Tanggapan dan Imunisasi Polio

KLB polio mulai terjadi pada Oktober 2022, ketika kasus pertama terdeteksi di Aceh, yang kemudian mengarah ke penemuan kasus di beberapa provinsi lain di Indonesia. Ini memicu respons yang cepat dari pemerintah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Sebagai langkah mitigasi, Indonesia melaksanakan dua putaran imunisasi tambahan dengan vaksin novel OPV-2 dari akhir tahun 2022 hingga triwulan ketiga 2024. Selain itu, cakupan imunisasi rutin juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Komitmen untuk Masa Depan Bebas Polio

Dr. Saia Ma'u Piukala, Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat, menyatakan pentingnya keberhasilan ini sebagai langkah menuju dunia tanpa polio. 'Saya mendorong seluruh 38 negara dan wilayah di Pasifik Barat untuk tetap waspada,' tuturnya.

Pemerintah Indonesia juga mencatat kemajuan dalam deteksi dan investigasi lumpuh layuh akut (AFP) pada anak-anak, yang menunjukkan perbaikan dalam kualitas surveilans dan respons kesehatan publik.

Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU