Lonvi Biosciences, sebuah perusahaan dari Shenzhen, China, sedang merintis pengembangan pil yang diharapkan dapat memperpanjang usia manusia hingga lebih dari 100 tahun.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik
Obat anti-penuaan ini berbahan dasar senyawa alami dari ekstrak biji anggur dan menjadi sorotan dalam perkembangan bioteknologi modern.
Ambisi China dalam Penelitian Obat Panjang Umur
Dalam sejarah panjang pencarian obat keabadian, China sudah sejak lama memiliki obsesi terhadap umur panjang, dimulai sejak masa kaisar pertama, Qin Shi Huang, yang terkenal mencari rahasia keabadian.
Meskipun Qin Shi Huang meninggal di usia 49 tahun akibat pil beracun, pencarian ini masih terus berlanjut dan mendapatkan dorongan baru berkat investasi besar dari sektor pemerintah dan swasta.
Sektor bioteknologi kini menjadi prioritas nasional dengan pencurahan miliaran dana untuk penelitian dan pengembangan, menjadikan anti-penuaan sebagai cabang ilmu yang sangat diperhitungkan.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota
Deskripsi dan Potensi 'Pil Panjang Umur'
Pil panjang umur ini mengandalkan senyawa utama procyanidin C1 (PCC1) dari biji anggur, yang dalam penelitian sebelumnya menunjukkan hasil efektif pada tikus dengan memperpanjang usia mereka hingga 9,4 persen lebih lama.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Metabolism pada tahun 2021 mencatat, meski terdapat kesalahan data, potensi PCC1 tetap menjanjikan dalam perpanjangan usia.
Duke Zheng, juru bicara Lonvi, menyampaikan bahwa mereka berhasil mengisolasi molekul yang dapat menghapus 'sel zombie', yang berpotensi merusak sel sehat, dan diklaim dapat diperpanjang dengan penerapan gaya hidup sehat.
Pandangan dan Harapan Masa Depan
Saat ini, angka harapan hidup di China telah mencapai 79 tahun, dan pil anti-penuaan ini diharapkan dapat memenuhi aspirasi masyarakat untuk hidup lebih panjang dan sehat.
Lonvi memiliki rencana untuk memproduksi pil dalam bentuk kapsul dengan konsentrasi tinggi, yang dapat membawa inovasi baru dalam bioteknologi kesehatan.
Walaupun skeptisisme masih menyelimuti efektivitas produk ini di kalangan peneliti, banyak yang berharap langkah ini dapat membawa terobosan penting dalam dunia medis, terutama di industri suplemen dan kesehatan.
Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: