Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 13:58 WIB

Erupsi Gunung Semeru: Penyebab dan Bahaya yang Mengintai

Author

Erupsi Gunung Semeru: Penyebab dan Bahaya yang Mengintai

Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Senin pagi, 24 November 2025. Letusan mengeluarkan asap putih dengan ketinggian antara 500 hingga 1.000 meter.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa asap di kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang. Cuaca saat gerakan vulkanik berlangsung tampak berawan dan mendung.

Penyebab Erupsi Semeru

Ahli vulkanologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Eng Ir Mirzam Abdurrachman, ST, MT, menjelaskan bahwa musim hujan bisa jadi pemicu erupsi freatik. Saat air hujan menyerap ke area panas di puncak gunung, ia bertransformasi menjadi uap dan meningkatkan tekanan, yang dapat menyebabkan letusan.

Mirzam juga menyatakan bahwa hujan dapat membersihkan lapisan abu vulkanik di puncak gunung. Lapisan ini berfungsi menutup tekanan dari dalam sehingga saat lapisan tersebut hilang, tekanan di dalam gunung dapat meningkat drastis.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Bahaya yang Muncul Selama Musim Hujan

Mirzam mengingatkan akan adanya bahaya primer dan sekunder yang dapat timbul akibat erupsi selama musim hujan. Bahaya utama yang harus diwaspadai adalah aliran lahar yang dapat mengancam kawasan pemukiman sekitar gunung, terutama di area sungai yang berkelok.

Dalam analisisnya, Mirzam memperingatkan bahwa lahar yang kental dapat berpotensi menyulitkan manuver di tikungan sungai. Ini meningkatkan risiko bencana bagi penduduk yang tinggal di sekitarnya.

Pentingnya Pemantauan dan Mitigasi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status siaga untuk Gunung Semeru. Mirzam menekankan aspek penting dari pemantauan ketat terhadap aktivitas vulkanik, termasuk perubahan gas, temperatur, dan deformasi yang terjadi.

Masyarakat di sekitar gunung dianjurkan untuk selalu mengikuti instruksi dari otoritas terkait. Selain itu, penggunaan masker basah juga disarankan untuk meminimalisir dampak dari paparan abu vulkanik.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan yang Mengancam Pengguna Apple

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU