Seorang warga di Washington dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi infeksi flu burung dari strain H5N5, yang belum pernah tercatat sebelumnya pada manusia.
Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple
Kematian ini terjadi setelah pasien menjalani perawatan di rumah sakit untuk infeksi tersebut, menandakan perhatian baru dalam kesehatan publik.
Rincian Kasus Kematian
Pasien yang meninggal dunia adalah seorang lansia yang memiliki kondisi kesehatan yang memprihatinkan.
Ia mengalami komplikasi yang serius terkait infeksi flu burung dan harus dirawat di rumah sakit sebelum meninggal.
Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington menyebutkan, 'Orang tersebut memelihara sekumpulan unggas campuran di halaman rumahnya,' yang menunjukkan kemungkinan sumber infeksi berasal dari hewan peliharaan tersebut.
Tanggapan CDC dan Imbauan Kesehatan
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menjelaskan bahwa meskipun ada kasus kematian ini, risiko terhadap masyarakat umum tetap dianggap rendah.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja
Sejak Januari 2022, telah terjadi penyebaran lebih luas pada mamalia yang terkait dengan wabah flu burung.
Selama periode ini, CDC melaporkan sebanyak 70 kasus flu burung pada manusia di AS. Salah satu kematian sebelumnya terjadi pada seorang lansia dengan penyakit penyerta.
Rekomendasi bagi Pekerja yang Berlebihan Kontak dengan Hewan
CDC merekomendasikan agar orang-orang yang rutin berhubungan dekat dengan hewan menggunakan alat pelindung diri yang tepat.
Juga disarankan untuk selalu berhati-hati saat menangani kotoran hewan.
Pejabat kesehatan menambahkan, individu yang mungkin bersentuhan dengan unggas liar atau peliharaan disarankan untuk mendapatkan vaksinasi flu.
Walaupun vaksin ini tidak memberikan perlindungan terhadap flu burung, vaksin tersebut bisa mengurangi risiko infeksi dari virus ganda.
Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: