Bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan kekeringan, semakin sering terjadi di Indonesia dan mempengaruhi ketahanan pangan di berbagai daerah.
Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple
Dengan pola cuaca yang berubah, petani dihadapkan pada tantangan berat dalam menjaga pasokan pangan untuk masyarakat.
Dampak Banjir Terhadap Pertanian
Banjir yang melanda seringkali berujung pada kerusakan lahan pertanian yang signifikan, mengakibatkan tanaman mati dan hasil panen yang tidak optimal.
Menurut Badan Meteorologi dan Klimatologi, peningkatan intensitas hujan berdampak pada seringnya banjir di berbagai wilayah, terutama di pulau-pulau padat penduduk.
Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?
Kekeringan dan Krisis Air
Kekeringan yang berkepanjangan tidak hanya menyisakan tanah yang kering, tetapi juga menyusutkan ketersediaan air bersih untuk pertanian.
Di beberapa daerah, penurunan drastis dalam produksi pangan telah terjadi akibat kurangnya air untuk irigasi, yang semakin memperburuk kondisi ketahanan pangan.
Strategi Adaptasi Petani Menghadapi Bencana
Untuk mengatasi dampak dari perubahan cuaca, banyak petani mulai mengadopsi metode pertanian yang lebih tahan terhadap bencana.
Program pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat memberikan wawasan kepada petani tentang teknologi baru untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Baca juga: Menu Sarapan Sehat untuk Petinju: Mengoptimalkan Stamina dan Performa Latihan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: