Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merilis informasi tentang kebutuhan mendesak di pengungsian akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatera Barat. Jumlah tenaga kesehatan dan alat medis yang diperlukan di lokasi bencana telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan.
Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?
Dokter spesialis, perawat, dan ahli gizi menjadi prioritas utama untuk membantu para korban, serta kebutuhan lain seperti masker, air bersih, dan vitamin juga dirasa sangat penting untuk mendukung pemulihan.
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Provinsi Aceh
Di Provinsi Aceh, Kementerian Kesehatan mencatat kebutuhan mendesak akan berbagai jenis tenaga medis. Kebutuhan spesifik meliputi tiga dokter spesialis bedah, lima dokter spesialis penyakit dalam, dan 15 dokter umum.
Dibutuhkan juga 17 perawat, 12 bidan, dan enam ahli gizi untuk memberikan bantuan kesehatan bagi korban bencana. Keenam sanitarian yang terdaftar diharapkan dapat memberikan intervensi kesehatan lingkungan guna mencegah penyebaran penyakit.
Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara
Di Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Kesehatan melaporkan adanya kebutuhan signifikan untuk tenaga kesehatan. Kebutuhan tersebut meliputi perlunya 50 dokter umum, perawat, dan bidan untuk mendukung pelayanan kesehatan di pengungsian.
Peningkatan jumlah tenaga kesehatan dalam bentuk sanitarian juga sangat mendesak, dengan total 50 orang yang dibutuhkan untuk memastikan sanitasi dan kesehatan pengungsi terjaga.
Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Sibolga dan Sumatera Barat
Di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara, kebutuhan akan tenaga medis juga cukup mendesak. Lima dokter spesialis bedah dan anestesi serta 14 dokter umum diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di sana.
Sementara di Sumatera Barat, kebutuhan termasuk dua dokter spesialis bedah, enam dokter penyakit dalam, dan tenaga medis lainnya seperti perawat, bidan, dan ahli gizi sebanyak lima orang untuk mendukung nutrisi ibu dan anak di lokasi pengungsian.
Baca juga: Anggota DPR Nonaktif Masih Terima Gaji, Kontroversi Memicu Respons Publik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: