Banjir mendadak menjadi masalah serius di Indonesia, terutama saat musim peralihan. Fenomena ini sering kali merugikan masyarakat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China
Faktor-faktor seperti cuaca ekstrem serta penggunaan lahan yang kurang tepat berkontribusi terhadap terjadinya banjir mendadak. Mari kita telusuri lebih dalam penyebab yang menyebabkan bencana ini.
Cuaca Ekstrem dan Perubahan Iklim
Salah satu penyebab utama banjir mendadak adalah cuaca ekstrem yang berasal dari perubahan iklim. Hujan deras yang turun dalam waktu singkat dapat menyebabkan air tidak meresap ke tanah, sehingga genangan tak terhindarkan.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Niño dan La Niña memiliki pengaruh signifikan terhadap pola curah hujan di Indonesia. Fluktuasi cuaca yang meningkat ini membuat wilayah-wilayah tertentu semakin rentan terhadap banjir.
Pentingnya sistem peringatan dini cuaca sangat terasa agar masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan banjir. Namun, tidak semua daerah memiliki infrastruktur yang diperlukan untuk memberikan informasi ini secara efektif.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Penggunaan Lahan yang Tidak Tepat
Perubahan penggunaan lahan menjadi permukiman atau area perkotaan mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air. Di kota-kota besar, jumlah bangunan yang terus bertambah membuat air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah.
Pengalihan fungsi lahan yang tidak sesuai kaidah tata ruang memperluas daerah rawan banjir. Penataan lahan yang baik sangat dibutuhkan untuk meminimalisir dampak banjir saat curah hujan tinggi.
Seringkali, saluran air yang dibangun terhalang oleh sampah, yang menyebabkan aliran air terhambat. Akibatnya, ketika hujan turun, air meluap dan menyebabkan banjir di jalan-jalan.
Sistem Drainase yang Kurang Memadai
Sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik menambah risiko terjadinya banjir mendadak. Di banyak daerah, saluran drainase tidak terawat, sehingga tersumbat oleh sampah dan endapan.
Kondisi ini mengakibatkan air tidak dapat mengalir dengan lancar, yang berujung pada penumpukan air saat hujan. Pemeliharaan rutin terhadap sistem drainase sangat diperlukan oleh pemerintah daerah untuk menghadapi musim hujan.
Di sisi lain, beberapa daerah menghadapi masalah akibat infrastruktur yang tidak memperhatikan lingkungan. Drainase yang tidak selaras dengan tata ruang serta kurangnya area hijau memperburuk situasi ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: