Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 11:39 WIB

Peningkatan Risiko Serangan Jantung di Musim Dingin: Temuan Penting dari Penelitian

Author

Peningkatan Risiko Serangan Jantung di Musim Dingin: Temuan Penting dari Penelitian

Cuaca dingin ternyata dapat memicu peningkatan insiden serangan jantung, menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan di JAMA Cardiology.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Keresahan Masyarakat

Studi ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara suhu rendah dan tingginya angka serangan jantung, menjadi perhatian serius bagi ahli kesehatan.

Hubungan Antara Suhu dan Serangan Jantung

Penelitian yang melibatkan data kejadian serangan jantung di seluruh Swedia ini menganalisis catatan cuaca dari berbagai stasiun pemantauan. Hasil analisis menunjukkan bahwa serangan jantung paling banyak terjadi dalam kondisi suhu rendah, angin kencang, minim cahaya matahari, dan tekanan atmosfer rendah.

David Erlinge, salah satu penulis studi sekaligus Kepala Departemen Kardiologi di Lund University, menyebutkan bahwa risiko serangan jantung meningkat drastis saat suhu berada di bawah 0 derajat Celsius. Penurunan insiden serangan jantung tercatat ketika suhu meningkat di atas 3 hingga 4 derajat Celsius.

"Ketika suhu minimum turun dari 20 derajat ke 0 derajat, risiko serangan jantung meningkat sebesar 14 persen," kata Erlinge, menegaskan pentingnya perhatian terhadap kondisi suhu pada kesehatan jantung.

Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Efek Paparan Dingin Jangka Panjang

Hong Chen dari Health Canada mengemukakan bahwa paparan suhu dingin dapat memberikan efek jangka panjang. Ia mencatat bahwa sejumlah literatur menunjukkan dampak paparan dingin dapat bertahan hingga dua hingga tiga minggu setelah terpapar.

Menariknya, asosiasi suhu rendah dan serangan jantung lebih menonjol saat musim yang lebih hangat. Hal ini mengindikasikan bahwa penurunan suhu meski tidak ekstrem tetap dapat memicu respons stres pada tubuh manusia.

Para peneliti juga mengindikasikan bahwa perubahan iklim dapat membuat musim dingin lebih ekstrem, sehingga risiko kesehatan yang berkaitan dengan suhu dingin menjadi lebih signifikan meskipun suhu global meningkat.

Upaya Pencegahan untuk Meminimalisir Risiko

Ivor Benjamin, Presiden American Heart Association, menekankan bahwa meskipun studi ini menunjukkan hubungan, bukti penyebab langsung masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Namun, banyak faktor risiko yang dapat diperhatikan selama bulan-bulan dingin.

Aktivitas fisik berat di luar ruangan saat cuaca dingin, seperti menyekop salju, bisa menjadi pencetus serangan jantung. Oleh karena itu, Benjamin menganjurkan untuk membatasi aktivitas fisik berat ketika cuaca dingin dan berupaya untuk tetap berada di dalam ruangan.

Selain itu, memeriksa kondisi kesehatan orang-orang terdekat, terutama yang tinggal sendiri atau memiliki risiko penyakit jantung, adalah langkah penting untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi kemungkinan insiden serangan jantung.

Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU