Riset Kesehatan Daerah (RISKESDAS) mengungkapkan bahwa hampir 200 juta orang di Indonesia mengalami gigi berlubang.
Baca juga: Pentingnya Self Love untuk Hubungan yang Sehat
Menurut ahli, kurangnya pemahaman tentang perawatan gigi menjadi alasan utama tingginya angka karies di tanah air.
Durasi Menyikat Gigi yang Tidak Memadai
Salah satu penyebab utama gigi berlubang adalah durasi menyikat gigi yang terlalu singkat. Drg. Aswar Sandi menekankan bahwa waktu ideal untuk menyikat gigi adalah dua menit, namun banyak orang yang hanya melakukannya kurang dari satu menit.
Kesibukan dalam aktivitas sehari-hari sering membuat banyak orang terburu-buru saat menyikat gigi di pagi hari, sehingga perhatian terhadap kebersihan gigi berkurang.
Akibatnya, beberapa bagian gigi tidak terjangkau oleh sikat gigi, yang menyebabkan penumpukan plak dan menambah risiko karies.
Baca juga: Sepatu Putih: Item Wajib dalam Lemari Pakaian
Teknik Menyikat Gigi yang Salah
Teknik menyikat gigi yang tidak tepat juga berkontribusi terhadap meningkatnya masalah gigi berlubang. Drg. Aswar mengingatkan bahwa menyikat gigi terlalu keras dapat mengakibatkan abrasi pada enamel gigi.
Enamel gigi berfungsi sebagai pelindung terluar dan sangat penting untuk kesehatan gigi. Jika enamel terkikis, bisa menyebabkan gigi terlihat kuning serta lebih rentan terhadap kerusakan.
Kurangnya ketelitian saat menyikat gigi, terutama di sela-sela, juga dapat memicu penumpukan bakteri, yang akhirnya menyebabkan gigi berlubang.
Pencegahan yang Diperlukan untuk Kesehatan Gigi
Mencegah gigi berlubang memerlukan komitmen terhadap kebersihan mulut yang baik. Drg. Aswar merekomendasikan untuk menyikat gigi setidaknya dua kali sehari dengan durasi satu hingga dua menit setiap kali.
Penggunaan benang floss sangat dianjurkan untuk membersihkan sela-sela gigi yang sering terabaikan, disertai dengan obat kumur untuk membunuh bakteri yang mungkin tersisa.
Perawatan gigi yang dilakukan secara konsisten dapat mengurangi risiko gigi berlubang serta masalah kesehatan mulut lainnya yang berbahaya.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Meningkatkan Kualitas Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: