Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi menetapkan 14 Desember sebagai Hari Sejarah Nasional melalui Keputusan Menteri Kebudayaan RI Nomor 206/M/2025. Penetapan ini merupakan respons terhadap usulan Masyarakat Sejarawan Indonesia untuk memperkuat kesadaran kolektif akan sejarah bangsa.
Baca juga: Denza Luncurkan Versi Terbaru D9 dengan Harga Terjangkau di China
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai perjalanan sejarah bangsa. 'Penetapan Hari Sejarah merujuk pada peristiwa Seminar Sejarah Nasional yang berlangsung pada 14-17 Desember 1957 di Universitas Gadjah Mada', ujarnya.
Dasar Penetapan Hari Sejarah
Hari Sejarah Nasional ditetapkan berdasarkan hasil diskusi yang melibatkan sejarawan, akademisi, dan pecinta sejarah di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang perjalanan sejarah bangsa.
Fadli Zon menambahkan bahwa penetapan tanggal ini menjadi penting untuk membangun kesadaran baru di kalangan sejarawan. 'Kesadaran tersebut pun berkembang dalam berbagai forum akademik nasional', katanya.
Baca juga: Uya Kuya Jadi Sorotan Setelah Rumahnya Dijenangi Massa
Makna Penting 14 Desember
Tanggal 14 Desember dipilih karena merupakan hari dimulainya Seminar Sejarah Nasional yang pertama di Indonesia. Seminar ini menandai kesadaran baru bagi sejarawan untuk mengembangkan narasi sejarah dengan perspektif mandiri.
Fadli Zon menjelaskan bahwa seminar tersebut menjadi titik awal pengembangan historiografi nasional. 'Menghasilkan terbitnya buku Sejarah Nasional Indonesia sebanyak enam jilid pada tahun 1975', tambahnya.
Komitmen Kementerian Kebudayaan
Dengan penetapan ini, Kementerian Kebudayaan menunjukkan komitmen untuk mengakui peristiwa-peristiwa yang memiliki makna strategis bagi bangsa. Dalam konteks pemerintahan saat ini, langkah ini menandakan pengakuan yang lebih kuat terhadap sejarah Indonesia.
Hari Sejarah diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya menghargai perjalanan sejarah sebagai identitas kolektif. Tujuannya adalah untuk mewariskan nilai-nilai tersebut kepada generasi mendatang.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni setelah Penjarahan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: