Pandeglang baru-baru ini menghebohkan warga dengan fenomena langit berwarna merah yang viral di media sosial. Kejadian ini, yang berlangsung pada 18 Desember 2025, ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang menarik.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan ’17+8′ Usai Dihujat Soal Pilihan Politik
Kepala BMKG Wilayah II Banten menegaskan bahwa fenomena ini adalah hasil dari proses alami yang tidak perlu menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Penjelasan tentang Hamburan Rayleigh
Fenomena langit merah yang terlihat di Pandeglang ini disebabkan oleh hamburan Rayleigh, sebuah proses ilmiah yang dijelaskan dalam jurnal berjudul 'Rayleigh scattering in the atmospheres of hot stars'.
Hamburan ini terjadi ketika cahaya matahari berinteraksi dengan molekul di atmosfer, seperti oksigen dan nitrogen, yang menyebabkan pembiasan warna tertentu, terutama pada saat matahari terbenam.
Lord Rayleigh menjelaskan bahwa fenomena ini menciptakan langit tampak biru di siang hari dan merah saat senja. Proses ini lebih jelas terlihat saat terdapat konsentrasi tinggi uap air atau partikel aerosol di udara.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Tips Fengshui
Faktor yang Mempengaruhi Fenomena
Kepala BMKG, Hartanto, menjelaskan bahwa konsentrasi uap air serta partikel polutan berperan penting dalam meningkatkan intensitas warna merah di langit. Hujan yang terjadi juga dapat membuat efek pantulan warna merah semakin jelas terlihat.
Aerosol, yang berasal dari debu dan polutan, meningkatkan efek hamburan cahaya, turut memperkuat warna merah tersebut. Hartanto menyatakan, "Warna merah yang tampak sangat pekat biasanya dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi uap air, atau adanya partikel aerosol di udara."
Sekali lagi, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak panik dan tidak terprovokasi oleh spekulasi liar terkait fenomena ini.
Klarifikasi Mengenai Potensi Bencana
BMKG menegaskan bahwa fenomena langit merah ini tidak memiliki hubungan dengan tanda-tanda terjadinya bencana alam. Hartanto menyatakan, "Kejadian tersebut tidak mencirikan akan terjadinya bencana alam."
Pernyataan tersebut bertujuan untuk meredakan ketakutan masyarakat yang mungkin timbul akibat penampakan langit yang tidak biasa. Pengawasan terhadap kondisi cuaca tetap menjadi fokus utama BMKG.
Hartanto juga mendorong masyarakat untuk tetap memantau informasi cuaca resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak jelas sumbernya.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Koordinasi Komisi XIII DPR RI Mengenai Royalti Lagu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: