Banyak orang mengira bahwa tubuh yang kurus selalu berarti sehat dan terhindar dari penyakit jantung. Namun, fakta mengejutkan menunjukkan bahwa individu dengan tubuh ramping juga dapat mengalami masalah kolesterol tinggi yang tidak terdeteksi.
Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple
Sebagai contoh, penelitian menyebutkan bahwa faktor genetik memainkan peran penting dalam kadar kolesterol, lebih dari sekadar berat badan. Hal ini membuka peluang untuk pemahaman baru tentang kesehatan tubuh kurus.
Mengapa Orang Kurus Bisa Mengalami Kolesterol Tinggi?
Kolesterol dalam tubuh kita sebagian besar diproduksi oleh hati, bukan hanya berasal dari makanan yang dikonsumsi. Pada individu bertubuh kurus yang memiliki kolesterol tinggi, masalah ini sering dikaitkan dengan faktor genetik yang memicu hati untuk memproduksi LDL (Low Density Lipoprotein) dalam jumlah berlebih.
Meskipun mereka menjaga pola makan dan rutin berolahraga, individu tersebut bisa mengalami kadar kolesterol berbahaya. Penelitian oleh Z. Vaezi dan Global Lipids Genetics Consortium menemukan bahwa hal ini berpotensi memicu pembentukan plak di arteri pada usia lebih muda, sehingga arteri mereka 'menua' lebih cepat.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota
Kondisi Genetik Pemicu Kolesterol Tinggi
Salah satu kondisi genetik yang sering kali menjadi penyebab kolesterol tinggi adalah Hiperkolesterolemia Familial (FH). Menurut penelitian oleh C. Pirazzi, mutasi genetik ini merupakan penyebab utama penyakit jantung dini pada individu yang tampak sehat secara fisik.
FH dapat mempengaruhi sekitar 1 dalam 200 hingga 250 orang di seluruh dunia. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan pada gen seperti LDLR, APOB, atau PCSK9, yang menghambat tubuh dalam membersihkan LDL dari aliran darah.
Pentingnya Skrining Keluarga untuk Mendeteksi Risiko Kolesterol
Menurut American Heart Association (AHA), kolesterol tinggi sering kali dikategorikan sebagai 'penyakit keluarga'. Jika dalam keluarga terdapat riwayat serangan jantung dini, disarankan untuk seluruh anggota keluarga melakukan tes skrining untuk memantau kesehatan mereka.
Tes yang dianjurkan termasuk Panel Lipid Puasa, yang mengukur kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Selain itu, tes genetik untuk FH sangat penting, apalagi jika kadar LDL sangat tinggi dan ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: