Tiga negara bagian di Amerika Serikat mengalami peningkatan kasus influenza yang signifikan, dengan adanya laporan kematian anak pertama akibat penyakit ini pada musim ini.
Baca juga: Kota-Kota di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkapkan bahwa tingkat rawat inap akibat flu melonjak 14,3 persen, dengan hampir 10.000 orang dirawat.
Peningkatan Kasus Influenza di Amerika Serikat
Menurut Dr. Andrew Pekosz, pakar penyakit menular dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Colorado, Louisiana, dan New York merupakan negara bagian yang paling terdampak.
Data dari CDC juga menunjukkan bahwa New Jersey dan Rhode Island mengalami lonjakan aktivitas flu yang sangat tinggi, menambah daftar negara bagian yang terkena dampak parah.
Penyebaran influenza juga terdeteksi di negara bagian lainnya seperti New Mexico, Idaho, Michigan, North Carolina, South Carolina, Georgia, Washington DC, Connecticut, Maryland, dan Massachusetts, berdasarkan proporsi kunjungan ke layanan kesehatan akibat penyakit mirip influenza.
Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran
Sifat Strain Influenza yang Beredar
Subklade K dari virus influenza A, yang dikenal sebagai 'flu super', menjadi penyebab utama lonjakan ini, di mana sekitar 89,8 persen dari 216 virus influenza A yang diuji sejak 28 September didapati positif subklade K.
Strain ini tercatat menyebabkan jumlah kematian tertinggi, terutama di kalangan kelompok usia lanjut, dan tidak tercakup dalam vaksin flu yang disediakan tahun ini.
Para ilmuwan memperingatkan bahwa keberadaan strain baru ini dapat berkontribusi pada musim flu yang sangat buruk, terutama karena tahun lalu tercatat sebagai musim flu terburuk dalam 15 tahun.
Upaya Vaksinasi dan Edukasi Masyarakat
CDC mencatat bahwa hanya sekitar 42 persen orang dewasa dan 41 persen anak-anak di AS sudah menerima vaksin flu untuk musim ini, menunjukkan perlunya upaya edukasi yang lebih dalam kepada masyarakat.
Mereka juga mengimbau semua individu berusia enam bulan ke atas untuk mendapatkan vaksin flu tahunan, karena meskipun vaksin tidak selalu dapat meredakan gejala, ia masih efektif dalam mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah.
Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk memperhatikan kesehatan dan mengikuti anjuran vaksinasi guna mengurangi dampak wabah influenza yang sedang berlangsung.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: