Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat baru-baru ini membuat penemuan mengejutkan dengan ditemukannya punden berundak besar di Situs Cibalay, Desa Tapos I, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.
Baca juga: Pentingnya Self Love untuk Hubungan yang Sehat
Dengan tinggi sekitar 20 meter dan terdiri dari tujuh hingga sepuluh teras, struktur ini diperkirakan merupakan salah satu awal arsitektur candi di Indonesia.
Detail Penemuan Punden Berundak
Ketua Tim Delineasi, Lia Nuri Rahmawati, menyatakan bahwa 'temuan ini menjadi kejutan besar bagi tim, terutama karena ditemukan menjelang akhir kegiatan.'
Punden berundak ini menunjukkan adanya modifikasi kontur alam yang signifikan, yang mencerminkan praktik ritual masyarakat prasejarah.
Tim yang melakukan delineasi dan inventarisasi di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak berhasil mengidentifikasi 38 titik potensi cagar budaya, di mana 33 di antaranya adalah penemuan baru.
Situs Cibalay juga dikenal sebagai kawasan pemujaan leluhur, mencerminkan tradisi budaya megalitik yang mendalam di Nusantara.
Strategi Perlindungan Cagar Budaya
Kepala Balai Pelestari Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat, Retno Raswaty, menegaskan bahwa 'kegiatan ini memiliki peran strategis dalam perlindungan cagar budaya', mengingat kawasan ini adalah bagian dari rencana pengembangan geopark Kabupaten Bogor.
Baca juga: Microsoft Perkenalkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word ke OneDrive
Delineasi yang dilakukan bertujuan untuk memperjelas batas budaya, menentukan zona perlindungan, serta memastikan bahwa pemanfaatan situs dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Sinergi lintas sektor dianggap sebagai kunci dalam keberhasilan kegiatan ini, melibatkan Kementerian Kebudayaan RI, Kementerian Kehutanan, akademisi, serta masyarakat setempat.
Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan dan pelestarian warisan budaya.
Peluang Penelitian dan Nilai Sejarah
Penemuan punden berundak ini membuat wawasan baru dalam sejarah arsitektur Indonesia dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut.
Punden berundak diyakini sebagai bentuk arsitektur sakral tertua yang berkembang pada masa prasejarah, menjadi cikal bakal arsitektur candi Hindu-Buddha.
Hasil dari kegiatan delineasi ini juga termasuk peta rekomendasi batas kawasan budaya, yang diharapkan dapat menjadi panduan bagi pengelola Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Dengan langkah-langkah yang diambil, ada harapan untuk banyak kemajuan dalam pelestarian dan penelitian cagar budaya di masa mendatang.
Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: