Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 10:35 WIB

Mengulik Kebiasaan Mengupil dan Potensinya Terkait Penyakit Alzheimer

Author

Mengulik Kebiasaan Mengupil dan Potensinya Terkait Penyakit Alzheimer

Kebiasaan mengorek hidung atau mengupil ternyata dapat berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer. Ini berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Reports pada tahun 2022.

Baca juga: Tips Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang yang Cozy

Meskipun hubungan yang ditemukan dinilai lemah, para peneliti berpendapat bahwa kebiasaan ini mungkin berkontribusi pada perkembangan demensia melalui infeksi bakteri yang dapat mencapai otak.

Metodologi Penelitian dan Temuan Utama

Dalam kajian ini, tim peneliti dari Griffith University di Australia meneliti bakteri Chlamydia pneumoniae yang diketahui dapat menginfeksi manusia. Bakteri ini sering ditemukan pada otak penderita demensia yang berusia lanjut dan terkait dengan demensia onset lambat.

Percobaan dilakukan pada tikus untuk mengevaluasi bagaimana bakteri ini dapat bergerak melalui saraf penciuman yang menghubungkan rongga hidung dengan otak. Kerusakan pada jaringan hidung meningkatkan kemungkinan infeksi saraf dan berpotensi memicu produksi protein amiloid-beta di otak, yang merupakan indikator Alzheimer's.

Ahli saraf James St John menyatakan, "Kami adalah yang pertama menunjukkan bahwa Chlamydia pneumoniae dapat masuk langsung melalui hidung ke otak dan memicu patologi yang menyerupai penyakit Alzheimer." Temuan ini membuka perhatian baru pada potensi dampak serupa pada manusia.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak

Dampak pada Sistem Saraf Pusat

Temuan menunjukkan bahwa bakteri C. pneumoniae dapat dengan cepat memasuki sistem saraf pusat tikus. Dalam rentang waktu 24 hingga 72 jam, bakteri ini sudah mampu menginfeksi sistem saraf, dengan hidung sebagai jalur yang efisien menuju otak.

James menjelaskan, "Kami perlu melakukan penelitian ini pada manusia dan memastikan apakah jalur yang sama bekerja dengan cara yang sama." Meskipun demikian, penelitian ini tetap penting untuk memperdalam pemahaman tentang penyakit neurodegeneratif.

Masih ada keraguan tentang apakah efek yang sama terjadi pada manusia, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengklarifikasi potensi risiko.

Kebiasaan Mengupil dan Implikasinya

Mengupil adalah kebiasaan umum yang diperkirakan dilakukan oleh 9 dari 10 orang. Meski beberapa manfaatnya belum jelas, hasil penelitian ini memberi alasan untuk lebih hati-hati dalam melakukannya.

James dan rekannya menganjurkan agar kebiasaan ini dihindari, mengingat potensi kerusakan pada jaringan pelindung di dalam hidung. "Jika lapisan hidung rusak, Anda bisa meningkatkan jumlah bakteri yang masuk ke otak," ujarnya.

Salah satu pertanyaan penting yang ingin dijawab oleh peneliti adalah apakah peningkatan deposit protein amiloid-beta merupakan respons imun yang sehat. Temuan ini menyoroti pentingnya menyelidiki lebih lanjut hubungan antara kebiasaan mengupil dan risiko Alzheimer.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Koordinasi Komisi XIII DPR RI Mengenai Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU