Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 17:05 WIB

Menelusuri Efek Sugar Rush: Fakta atau Mitos?

Author

Menelusuri Efek Sugar Rush: Fakta atau Mitos?

Fenomena 'sugar rush' kini tengah menjadi perbincangan luas di masyarakat. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah benar bahwa konsumsi gula dapat mengakibatkan aksi hiperaktif?

Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple

Berbagai penelitian telah dilakukan perihal hubungan antara asupan gula dan perubahan perilaku. Namun, hasil yang diperoleh cenderung beragam, menciptakan spekulasi di kalangan publik mengenai fenomena ini.

Memahami Sugar Rush

Menurut Cambridge Dictionary, istilah 'sugar rush' merujuk pada efek konsumsi makanan tinggi gula yang mampu menimbulkan perasaan semangat dan penuh energi. Istilah ini sebenarnya tidak memiliki definisi yang baku dan bisa bervariasi dalam konteks penggunaannya.

'Sugar rush' dalam konteks medis dapat diinterpretasikan sebagai kondisi kelebihan gula dalam darah, yang dapat menyerupai hiperglikemia. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat tentang fenomena ini penting untuk menghindari kesalahpahaman di kalangan masyarakat.

Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?

Penelitian Terkait Sugar Rush

Dalam lingkup akademis, perdebatan mengenai hubungan antara konsumsi gula dan perilaku masih berlangsung. Sejumlah penelitian telah diupayakan untuk menyelidiki hal ini, tetapi hasilnya menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak selalu signifikan.

Sebuah meta analisis yang dimuat dalam jurnal Neuroscience & Biobehavioral Reviews menegaskan bahwa tidak ada bukti yang kuat mengaitkan konsumsi gula dengan peningkatan mood. Dalam beberapa kasus, konsumsi gula malah dapat memicu 'sugar crash', yang ditandai dengan perasaan letih satu jam setelah mengonsumsinya.

Mitos dan Realita seputar Sugar Rush

Walaupun banyak yang berpendapat bahwa efek hiperaktif akibat gula itu nyata, beberapa studi menunjukkan bahwa fenomena ini mungkin lebih bersifat mitos. Penjelasan psikologis, ditambah dengan faktor lingkungan, berkontribusi pada persepsi masyarakat tentang 'sugar rush'.

Selanjutnya, faktor lain seperti jenis makanan yang dimakan dan kondisi saat mengonsumsinya bisa memengaruhi reaksi individu. Hal ini menyebabkan pengalaman yang berbeda-beda terkait asupan gula di setiap orang.

Baca juga: Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat Populer di Kalangan Pecinta Kebugaran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU