Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 11:49 WIB

Pertimbangan Penting saat Mengonsumsi Matcha: Risiko di Balik Manfaatnya

Author

Pertimbangan Penting saat Mengonsumsi Matcha: Risiko di Balik Manfaatnya

Matcha, superfood yang sedang populer, bukan hanya kaya manfaat, tetapi juga berpotensi menyimpan risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone

Meskipun menawarkan banyak nutrisi, penting untuk memahami efek samping yang mungkin muncul dari konsumsi berlebihan matcha.

Apa itu Matcha?

Matcha adalah jenis teh hijau yang diekstrak dari tanaman Camellia sinensis, yang proses pembuatannya melibatkan penggilingan daun teh utuh hingga menjadi bubuk halus.

Dengan cara ini, tubuh dapat menyerap semua kandungan nutrisinya, termasuk kafein dan katekin yang dikenal dengan manfaat kesehatan.

Tanaman matcha ditanam dengan cara dinaungi selama 20-30 hari sebelum panen, yang bertujuan untuk meningkatkan kadar klorofil dan L-theanine, serta memberikan rasa lebih pekat dibandingkan teh hijau biasa.

Kandungan Kontaminan pada Matcha

Salah satu risiko yang mungkin muncul saat mengonsumsi matcha adalah kontaminan. Matcha bisa mengandung logam berat dan pestisida, tergantung pada kondisi pertumbuhannya.

Penelitian menunjukkan bahwa matcha dari daerah tertentu memiliki risiko mengandung zat berbahaya jika kualitas produksinya tidak diawasi secara ketat.

Baca juga: Aksi Neofobia di Stasiun Cikini: Pria Melompat ke Atas KRL Viral di Media Sosial

Sangat penting untuk memilih produk matcha yang telah mendapatkan sertifikasi kualitas yang baik untuk meminimalkan paparan terhadap zat beracun.

Risiko Kesehatan Terkait Konsumsi Berlebihan

Satu efek samping dari matcha adalah gangguan hati dan ginjal. Meskipun kaya antioksidan, asupan katekin yang berlebihan dapat menyebabkan mual serta berisiko merusak fungsi hati dan ginjal.

Ahli gizi Vidhi Chawla mengingatkan, 'Manfaat matcha itu nyata, tapi risikonya juga ada jika dikonsumsi berlebihan.' Oleh karena itu, pengawasan atas jumlah konsumsi menjadi hal yang penting.

Selain itu, meskipun matcha sering diasosiasikan dengan kesehatan jantung, konsumsi yang terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah, terutama pada individu yang sudah memiliki hipertensi.

Alergi dan Risiko Kanker Kerongkongan

Reaksi alergi terhadap matcha juga dapat menjadi masalah bagi beberapa individu. Gejala seperti ruam atau sesak napas muncul dan memerlukan perhatian medis segera.

Lebih lanjut, konsumsi minuman panas pada suhu tinggi dapat merusak lapisan kerongkongan. Ini dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, sehingga disarankan untuk membiarkan matcha sedikit mendingin sebelum dikonsumsi.

Gangguan pencernaan juga bisa muncul karena tingginya kandungan polifenol dalam matcha. Jika terlalu banyak mengonsumsi matcha, risiko mual dan diare pun meningkat.

Baca juga: Pentingnya Mengonsumsi Obat Cacing Secara Rutin untuk Kesehatan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU