Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitasnya dengan meluncurkan awan panas sejauh 2.000 meter ke arah Sungai Krasak pada hari Sabtu, 27 Desember 2025.
Baca juga: Kemenperin Belum Terima Pengajuan Izin Penjualan iPhone 17 dari Apple
Fenomena ini membuat sejumlah wisatawan yang berada di kawasan sekitar merasa panik, meskipun sejumlah warga lokal tetap menyaksikan kejadian tersebut dengan tenang.
Imbauan BPPTKG mengenai Keamanan
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) segera mengeluarkan imbauan untuk para wisatawan agar menjauhi area berbahaya di sekitar Bunker Kaliadem, Sleman, DI Yogyakarta.
Status Gunung Merapi saat ini berada di level III atau siaga, yang berarti terdapat potensi erupsi yang masih bisa terjadi dan memerlukan perhatian dari masyarakat.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Kota
Area Berbahaya yang Ditetapkan
BPPTKG telah merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah yang berpotensi bahaya.
Daerah yang dipetakan menjadi kawasan rawan mencakup Sungai Boyong sepanjang maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer dari puncak gunung.
Potensi Bahaya Lain dan Pengawasan
Tidak hanya awan panas, masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap potensi lahar hujan yang bisa terjadi, terutama saat hujan mengguyur di sekitar puncak Gunung Merapi.
BPPTKG juga mengingatkan adanya risiko gangguan akibat abu vulkanik dan menegaskan bahwa status Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali jika ada perubahan aktivitas signifikan.
Baca juga: Inovasi Kecerdasan Buatan dalam Perawatan Keguguran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: