Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan respon tegas terkait viralnya produk minuman rasa susu yang diduga diimpor dari China di media sosial.
Baca juga: Peluncuran iPhone 17 Series: Apakah eSIM Akan Jadi Standar Baru?
Wakil Kepala BGN menjelaskan larangan penggunaan bahan pangan impor dalam program Menu Makan Bergizi (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah.
Viralnya Minuman Rasa Susu di Media Sosial
Isu mengenai minuman rasa susu munculkan akibat foto kemasan produk yang beredar luas, menciptakan gelombang keprihatinan di kalangan warganet.
Kemasan produk yang menunjukkan asal dari Jinan City, Shandong, China membuat masyarakat bertanya-tanya tentang kualitas bahan pangan tersebut.
Salah satu pengguna X meluapkan ketidakpuasan dengan mengungkapkan, 'Sedih dok susunya ini, dari China pula, Allahuakbar,' menyoroti kekhawatiran yang meluas di media sosial.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Dampak Viralitas Video Joget anggota DPR
Ketentuan BGN Terkait Bahan Pangan dalam Program MBG
Dalam menanggapi isu ini, Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN, menegaskan bahwa ketentuan mengenai bahan pangan yang diperbolehkan dalam program MBG sangat ketat.
'Tidak boleh sedikitpun bahan pangan MBG berasal dari impor. BGN tidak pernah memberikan izin penggunaan susu atau produk impor apa pun,' ungkap Nanik pada pihak media.
Ia menjelaskan bahwa aturan tersebut bersifat mutlak dan harus diikuti oleh semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.
Langkah BGN dalam Menanggapi Temuan Publik
Nanik menekankan komitmen BGN untuk menindak pelanggaran berkaitan dengan penggunaan bahan pangan impor dengan tegas.
'Kalau terbukti digunakan, akan kami tindak keras, termasuk sanksi hingga penghentian sementara atau suspend,' tegasnya.
BGN juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam pemantauan kualitas pangan dengan membuka saluran pengawasan publik, 'Jika masyarakat menemukan susu impor, silakan laporkan melalui call center BGN di nomor 127.'
Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: