Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa influenza A subclade K, atau yang dikenal sebagai superflu, bukanlah ancaman yang mematikan seperti Covid-19 atau tuberkulosis.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Alexander Isak
Ia menyatakan bahwa virus ini sudah ada sejak lama dan memiliki karakteristik yang mirip dengan flu biasa, sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
Karakteristik Influenza A (H3N2)
Influenza A (H3N2) merupakan virus yang umum dan menyerupai gejala flu biasa. Menurut Menkes, setelah seseorang terinfeksi, virus ini dapat kembali muncul dalam bentuk yang sama.
Peningkatan kasus influenza A biasanya terjadi di negara-negara dengan iklim empat musim saat musim dingin, namun di Indonesia, kenaikannya belum signifikan.
Kementerian Kesehatan menekankan bahwa vaksin influenza yang ada saat ini tetap efektif dalam mengurangi risiko keparahan akibat H3N2.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone dengan Baterai 15.000 mAh dan Chill Fan Phone
Pentingnya Pemeliharaan Kesehatan
Menkes Budi menyoroti pentingnya menjaga kesehatan dan imunitas individu untuk melawan virus secara alami. Ia mengatakan, 'Kalau sistem imun kita bagus, itu kita bisa mengatasi sendiri tubuh kita karunia Tuhan ini luar biasa.'
Olahraga teratur dan istirahat cukup menjadi faktor utama dalam mempertahankan sistem imun yang baik.
Meskipun H3N2 tidak sebahaya Covid-19, perhatian terhadap kesehatan tetap harus diutamakan.
Status Epidemiologi Influenza A (H3N2)
Menurut penilaian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), influenza A subclade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan jika dibandingkan dengan subklade lainnya.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menjelaskan bahwa gejala umum dari influenza A meliputi demam, batuk, dan sakit tenggorokan.
Hingga bulan Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus di delapan provinsi, dengan Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat menjadi wilayah yang paling banyak terdampak.
Baca juga: Fenomena Film KPop Demon Hunters: Dari Kontroversi hingga Popularitas Global
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: