Banyak orang merasa lelah meski telah mendapatkan tidur yang cukup, seperti delapan jam. Ini bisa membingungkan dan sering disebabkan oleh berbagai faktor yang tidak terlihat.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani
Kualitas Tidur yang Mempengaruhi Energi
Tidur yang cukup tidak selalu menjamin tubuh terasa segar. Kualitas tidur, termasuk fase tidur dalam seperti REM, sangat penting; terbangun di tengah fase ini dapat membuat kita merasa lelah.
Faktor yang mengganggu kualitas tidur termasuk kebisingan, cahaya, dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman adalah langkah awal yang penting.
Pengaruh Stres Terhadap Tidur
Stres merupakan salah satu penyebab utama kelelahan meski sudah tidur. Pikiran yang terus berputar dapat mengganggu tidur dan menguras energi.
Baca juga: Menggali Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Kecemasan juga berkontribusi pada rasa lelah. Dalam keadaan 'siaga' terus menerus, tubuh sulit mendapatkan istirahat yang optimal.
Melakukan teknik relaksasi sebelum tidur, seperti meditasi atau yoga, dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur.
Dampak Pola Makan dan Aktivitas Fisik
Apa yang kita konsumsi dapat mempengaruhi tingkat energi. Makanan yang tinggi gula dan karbohidrat olahan sering menyebabkan lonjakan energi yang tidak bertahan lama, diikuti dengan rasa lelah.
Kurangnya aktivitas fisik pun bisa memperburuk keadaan. Olahraga teratur penting untuk meningkatkan stamina dan kualitas tidur.
Jangan lupakan pentingnya hidrasi; dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan dan mengganggu kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-Hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: