Ptosis, atau kelopak mata yang turun, kini tengah ramai dibicarakan karena dampaknya yang signifikan terhadap penampilan dan fungsi penglihatan.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dalam Acara Seni Melawan Tirani
Menurut American Academy of Ophthalmology, kondisi ini bisa mengakibatkan kelopak mata menutupi pupil, mengganggu kemampuan melihat dengan baik bagi penderita.
Definisi dan Dampak Ptosis
Ptosis adalah penurunan kelopak mata bagian atas, yang tingkat keparahannya bervariasi, dari sedikit hingga signifikan.
Penurunan yang cukup parah bisa menghalangi pupil, bagian penting yang berfungsi menyerap cahaya dan memungkinkan penglihatan yang normal.
Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, dan umumnya penanganan bertujuan untuk memperbaiki penglihatan serta penampilan.
Baca juga: Uya Kuya Jadi Sorotan Setelah Rumahnya Dijenangi Massa
Penyebab Utama Ptosis pada Dewasa
Ptosis pada orang dewasa, yang dikenal sebagai acquired ptosis, disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, penuaan mengakibatkan melemahnya otot-otot pengangkat kelopak mata.
Selain itu, ada faktor lain seperti cedera pada area mata, efek samping dari operasi bedah mata, dan penyakit langka yang menyerang jaringan otot.
Setiap faktor ini berkontribusi pada perubahan signifikan pada penampilan dan fungsi kelopak mata, mempengaruhi kualitas hidup penderita.
Forma Penanganan yang Tersedia
Terdapat beberapa pilihan perawatan untuk mengatasi ptosis. Salah satunya adalah penggunaan obat tetes mata yang mengandung oxymetazoline, yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan otot kelopak mata pada pengidap acquired ptosis.
Jika kondisi ini sudah cukup parah, prosedur bedah bisa saja menjadi pilihan. Dalam prosedur tersebut, dokter akan melakukan penyesuaian pada otot pengangkat kelopak mata agar fungsinya kembali normal.
Pada kasus yang lebih serius, otot levator mungkin perlu diperpendek dan dipasang kembali untuk memperbaiki fungsi dan penampilan kelopak mata.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Meningkatkan Kualitas Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: