Kamis, 08 JANUARI 2026 • 11:50 WIB

Respons Pengelola Tol Cipali Terkait Pecah Ban di Jalur Berlubang

Author

Respons Pengelola Tol Cipali Terkait Pecah Ban di Jalur Berlubang

Insiden pecah ban yang terjadi di Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) memicu perhatian publik akibat keluhan mengenai kondisi jalan yang berlubang.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbarunya dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Chill Fan

Tercatat setidaknya tiga kendaraan mengalami pecah ban di sekitar KM 139, dengan lubang yang terdeteksi mulai dari KM 129 hingga KM 140.

Kondisi Jalan dan Tanggapan Pengelola

Ardam Rafif Trisilo, Kepala Departemen Sustainability Management & Corporate Communications Astra Tol Cipali, menjelaskan bahwa insiden pecah ban terjadi bersamaan dengan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang berdampak pada kerusakan jalan.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan akibat adanya lubang di beberapa titik di ruas tol yang antara lain dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan," ucapnya.

Ia mencatat bahwa meskipun penanganan dan bantuan bagi pengguna jalan yang terkena dampak sudah dilakukan dengan baik pada 7 Januari 2026, perhatian lebih terhadap kondisi jalan tetap diperlukan.

Pengelola juga telah memasang rambu peringatan untuk memberi tahu pengendara tentang kondisi yang ada di jalan.

Penyebab Kerusakan Ban dan Dampak bagi Pengemudi

Fisa Rizqiano, Kepala Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia, menjelaskan bahwa kerusakan pada ban biasanya disebabkan oleh dinding ban yang terkena tekanan udara tidak sesuai.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja

"Kerusakan ini dinamakan Flat Running," jelas Fisa, menegaskan bahwa ketika ban beroperasi dengan tekanan mendekati nol, struktur sampingnya tidak bisa menahan beban, sehingga menyebabkan kerobekan saat bertemu permukaan keras.

Ia menambahkan bahwa kerusakan ini sering kali disebabkan oleh kurangnya pemeriksaan pada ban, termasuk adanya luka atau sobekan.

"Apa pun penyebabnya, perlu dilakukan pengecekan mendalam agar dapat menghindari kerusakan serupa di kemudian hari," tambahnya.

Pentingnya Pemeliharaan dan Pengecekan Tekanan Ban

Menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan sangat penting, terutama di jalan tol yang memiliki kecepatan tinggi.

Tekanan yang ideal membantu ban bekerja optimal dan mengurangi benturan dari permukaan jalan yang tidak rata.

Saat ini, fitur Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) sangat membantu pengemudi dalam memantau tekanan ban secara berkala.

Bagi kendaraan yang tidak dilengkapi TPMS, Fisa merekomendasikan agar pemilik mobil melakukan pengecekan tekanan ban secara manual untuk mencegah potensi kerusakan.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Koordinasi Komisi XIII DPR RI Mengenai Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU