Kamis, 08 JANUARI 2026 • 16:35 WIB

Misteri Penyamaran Pramugari Ditemukan di Bandara Soekarno-Hatta

Author

Misteri Penyamaran Pramugari Ditemukan di Bandara Soekarno-Hatta

Kasus penyamaran yang melibatkan wanita bernama Khairun Nisa sebagai pramugari di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, telah terungkap. Ia berusaha menyenangkan orang tuanya setelah gagal lulus seleksi sebagai pramugari.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja

Nisa, yang berasal dari Palembang, berpura-pura sebagai pramugari dengan seragamnya saat terbang dari Palembang ke Jakarta. Tindakan ini menimbulkan kecurigaan di kalangan kru pesawat.

Awal Mula Penyamaran

Khairun Nisa melamar menjadi pramugari pada Maret 2025 dengan dukungan dana dari keluarganya. Setelah tak lulus, ia memutuskan untuk berpura-pura menjadi pramugari demi membuktikan kemampuan kepada orang tuanya.

Menurut Kasi Humas Polres Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian, 'Rencananya hanya untuk menyenangkan orang tuanya saja,' mengindikasikan niat awal Nisa yang tidak terduga.

Seragam yang dipakai Nisa ternyata menjadi kunci dalam penyamarannya, dan niat awal untuk membuat orang tua bangga berujung pada insiden yang lebih besar.

Baca juga: Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung yang Optimal

Tindakan yang Mengundang Curiga

Pada 6 Januari 2026, Nisa terbang dari Palembang ke Jakarta, diantar oleh orang tuanya. Dalam situasi yang terburu-buru, dia tidak sempat mengganti pakaian dan tetap menggunakan seragam pramugari.

Setibanya di pesawat, Nisa mendapat perhatian dari kru pesawat yang menanyakan, 'Mbak diklat tahun berapa?' Pertanyaan ini membuat Nisa bingung dan akhirnya terungkap bahwa ia bukan pramugari.

Peristiwa ini mengejutkan semua orang di pesawat, dan kecurigaan mereka semakin kuat seiring dengan ketidakmampuan Nisa menjawab pertanyaan yang diajukan.

Langkah Hukum dan Tindakan Polisi

Setelah identitas Nisa terungkap, kru pesawat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta. Ia kemudian dibawa menuju Polres Bandara Soekarno-Hatta setelah pesawat mendarat.

Ipda Septian menjelaskan bahwa meskipun ada pelanggaran, Nisa tidak ditahan karena tidak terdapat unsur pidana yang signifikan. Hanya pakaian dan barang-barangnya yang diamankan.

Pihak Batik Air, pihak maskapai yang terlibat, juga tidak menempuh jalur hukum terkait insiden ini, menandakan perhatian mereka lebih kepada penyelesaian masalah.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Tips Fengshui

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU