Rabu, 14 JANUARI 2026 • 17:11 WIB

Gejala dan Dampak Kekurangan Vitamin D yang Perlu Diketahui

Author

Gejala dan Dampak Kekurangan Vitamin D yang Perlu Diketahui

Kekurangan vitamin D menjadi masalah kesehatan yang semakin umum, terutama di wilayah dengan paparan sinar matahari yang terbatas.

Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologis Anak

Ada beberapa tanda fisik dan dampak serius yang bisa menjadi indikator kekurangan vitamin D dalam tubuh.

Gejala Fisik Kekurangan Vitamin D

Salah satu tanda bahwa tubuh kekurangan vitamin D adalah sering merasa lelah dan lemas. Hal ini dapat terjadi karena vitamin D berperan penting dalam fungsi otot dan kekuatan energi.

Rasa nyeri pada otot dan tulang juga bisa menjadi indikasi kekurangan. Vitamin D membantu menjaga kesehatan tulang dengan mengatur penyerapan kalsium.

Kondisi kulit yang kering dan munculnya bercak berwarna hijau atau merah dapat terkait dengan defisiensi vitamin D. Kesehatan kulit sangat dipengaruhi oleh vitamin ini.

Baca juga: Dukungan Menteri Keuangan Sri Mulyani Pasca Penjarahan Rumahnya

Dampak Jangka Panjang Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan pengeroposan tulang atau osteoporosis seiring bertambahnya usia. Ini berisiko tinggi bagi orang tua yang mulai mengalami penurunan kepadatan tulang.

Sebuah studi menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D juga dapat berhubungan dengan masalah kesehatan mental, seperti depresi. Vitamin ini memainkan peran penting dalam kesehatan otak dan suasana hati.

Seiring waktu, risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 bisa meningkat akibat defisiensi vitamin D. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kadar vitamin D yang rendah dengan berbagai masalah kesehatan serius.

Cara Mencegah Kekurangan Vitamin D

Paparan sinar matahari secara rutin adalah sumber utama vitamin D. Oleh karena itu, penting untuk menghabiskan waktu di luar ruangan, terutama di pagi hari ketika sinar matahari lebih baik.

Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin D, seperti ikan salmon, minyak hati ikan cod, dan produk susu yang difortifikasi sangat dianjurkan.

Dalam beberapa kasus, suplemen vitamin D mungkin diperlukan, terutama bagi mereka yang berada dalam kategori berisiko tinggi. Penting untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan sebelum memulai suplemen.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Koordinasi Komisi XIII DPR RI Mengenai Royalti Lagu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU