Kamis, 15 JANUARI 2026 • 18:25 WIB

Kewaspadaan Tinggi: Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Tercatat 35 Gempa dalam Enam Jam

Author

Kewaspadaan Tinggi: Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Tercatat 35 Gempa dalam Enam Jam

Aktivitas vulkanik di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan perkembangan signifikan dengan 35 gempa erupsi tercatat dalam jangka waktu enam jam terakhir.

Baca juga: Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil yang Sering Terabaikan

Badan Geologi memastikan status gunung berada pada Level III (Siaga), dengan awan panas yang meluncur sejauh 5.000 meter.

Aktivitas dan Status Gunung Semeru

Dalam pantauan yang dilakukan pada Rabu, 14 Januari 2026, Gunung Semeru mengalami awan panas guguran secara berulang dengan jarak luncur stabil.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyatakan bahwa awan panas bergerak menuju sektor tenggara ke arah Besuk Kobokan.

"Hal itu ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan," ungkapnya.

Rekam aktivitas selama periode 7 hingga 14 Januari menunjukkan awan panas yang disertai material vulkanik mengalir dari puncak.

Pemantauan Geologis dan Seismik

Rekaman seismik mendapati bahwa aktivitas vulkanik didominasi oleh berbagai jenis gempa, termasuk letusan dan guguran.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Lana menjelaskan, "Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan."

Analisis menunjukkan fluktuasi kecepatan seismik yang mengindikasikan fase relaksasi sistem vulkanik saat ini.

Ia juga memperingatkan bahwa status waspada perlu dijaga karena potensi peningkatan tekanan.

"Sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak mengalami pressurisasi, akan tetapi masih sangat rentan terhadap peningkatan tekanan," ujar Lana.

Rekomendasi Keamanan untuk Masyarakat

Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi tegas untuk keselamatan masyarakat, mengingat status gunung tetap pada Level III.

"Masyarakat dan pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko," tegas Badan Geologi.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

"Warga juga diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru," tambahnya.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU