Tembok Besar China merupakan salah satu mahakarya arsitektur dunia yang mengagumkan, membentang lebih dari 21.196 km di seluruh Tiongkok.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas: Feng Shui di Meja Kerja
Dibangun untuk melindungi wilayahnya dari serangan, sejarah panjang bangunan ini masih menyimpan banyak misteri yang menarik untuk diungkap.
Asal Usul dan Tujuan Pembangunan
Pembangunan Tembok Besar diawali pada abad ke-7 SM, khususnya selama masa dinasti Zhou, sebagai respons terhadap ancaman serangan dari suku nomaden.
Berbagai dinasti seperti Qin, Ming, dan Han kemudian memperpanjang dan memperkuat struktur ini dengan tujuan memperkuat pertahanan serta mengontrol jalur perdagangan di Jalur Sutra.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni setelah Penjarahan
Struktur dan Teknik Konstruksi
Tembok Besar memiliki karakteristik struktural yang bervariasi, termasuk penggunaan batu, tanah, dan bahan lokal lainnya yang tersedia.
Teknik konstruksi pun beragam, dengan bagian terkuat berasal dari masa dinasti Ming yang menggunakan bata dan teknik perkuatan dinding untuk meningkatkan ketahanan terhadap erosi.
Fungsi dan Legenda
Lebih dari sekedar benteng, Tembok Besar juga berfungsi sebagai jalur komunikasi, memungkinkan pengiriman pesan antar pasukan melalui menara sinyal yang dibangun di sepanjang dinding.
Sejumlah legenda mengelilingi bangunan ini, termasuk kisah jiwa-jiwa pekerja yang meninggal selama pembangunan, menyoroti budaya dan nilai-nilai masyarakat Tiongkok terhadap warisan mereka.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: